kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Kalbe Farma tarik 2 produk anastesi


Selasa, 17 Februari 2015 / 16:35 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan minat berinvestasi di aset berbasis ESG tertahan pasokan yang terbatas


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menarik sukarela produk obat Buvanest Spinal dan Asam Tranexamat Generik dari pasaran. Pasalnya, dua orang pasien di RS Siloam Karawaci, Tangerang, meninggal diduga akibat produk tersebut.

“Dua produk Kalbe mulai ditarik pada tanggal 12 Februari 2015. Sampai sekarang proses penarikan masih berjalan,” ucap Direktur Keuangan KLBF Vidjongtius, kepada KONTAN, Selasa, (17/2).

Buvanest Spinal 0,5% Heavy merupakan anestetik lokal golongan amide yang menyebabkan blokade penyebaran impuls sepanjang serat saraf yang reversible dengan mencegah masuknya ion natrium melalui membran saraf, dan diperkirakan bekerja dalam kanal natrium membran saraf.

Sedangkan, Asam Tranexamat berfungsi menghambat aktivitas dari aktivator plasminogen dan plasmin, serta mencegah degradasi fibrin, pemecahan trombosit, peningkatan kerapuhan vaskular dan pemecahan faktor koagulasi.

Mengenai langkah selanjutnya, Vidjongtius bilang bahwa KLBF akan mengikuti ketentuan yang ada. Apabila perlu merevisi produk, tentunya harus menunggu hasil pemeriksaan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vidjongtius mengaku, belum dapat memperhitungkan dampak penarikan dua produk tersebut ke kinerja keuangan. Ia pun enggan menyebut berapa kontribusi dua produk tersebut terhadap total penjualan KLBF.

Tahun ini, KLBF menargetkan kenaikan penjualan sekitar 10-15%. Sedangkan di akhir tahun lalu, KLBF mencatatkan pertumbuhan penjualan 8-9% dari Rp 16 triliun di 2013 menjadi sekitar Rp 17,28 triliun hingga Rp 17,44 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×