kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

KAEF & INAF Punya Siasat Hemat Beban Pajak Merger


Jumat, 20 Maret 2009 / 08:56 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Lazimnya, semua perusahaan yang akan melakukan aksi korporasi, entah berupa akuisisi, merger, atau membentuk holding, terkena pajak yang lumayan besar. Malahan, beberapa perusahaan publik pernah mengurungkan aksi korporasinya lantaran terbentur masalah pajak ini.

Namun, bisa jadi biaya pajak merger KAEF dan INAF bakal lebih ekonomis. Direktur Utama KAEF Syamsul Arifin mengungkapkan strateginya menghemat beban pajak. Caranya, mereka akan menggunakan metode penggabungan nilai buku kedua perusahaan.

Dengan penggabungan nilai buku itu, nanti perusahaan hasil merger tinggal membayar pajak merger untuk aset-aset keduanya. Padahal, nilai aset keduanya tergolong kecil. "Pajaknya jadi tidak akan terlalu mahal," kata Syamsul.

Syamsul menambahkan, perusahaannya akan segera mengajukan proposal pajak merger kepada Direktorat Jenderal Pajak. "Jadi, bagi kami, pajak bukan ganjalan merger," tegasnya.

Deputi Kementerian BUMN Bidang Jasa Usaha Lainnya Muhayat menyatakan, pemerintah belum menghitung beban pajak yang akan menjadi tanggung jawab KAEF dan INAF. "Yang pasti semua biaya aksi korporasi itu fifty-fifty di antara keduanya," kata Muhayat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×