kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kabar Spanyol dan China bikin Wall Street tumbang


Jumat, 20 Juli 2012 / 21:47 WIB
ILUSTRASI. Steam Summer Sale 2021 akhirnya dimulai, siap-siap belanja game murah!


Reporter: Edy Can, Bloomberg, Reuters | Editor: Edy Can

NEW YORK. Kabar dari Spanyol dan China menghantam indeks bursa Amerika Serikat. Pada pembukaan pasar Jumat (20/7), indeks bursa Wall Street dibuka melemah.

Indeks Standard & Poor's 500 turun sebesar 0,7% ke level 1.366,86 pada pukul 09.49 waktu setempat. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average juga turun sebesar 0,7% ke level 12.854,70. Indeks Nasdaq Composite turun 0,62% ke level 2.947,57.

Pelemahan ini mengakhiri reli bursa Amerika Serikat dalam empat hari terakhir. Sebelumnya, indeks bursa Amerika Serikat menguat karena kinerja emiten.

Indeks bursa Amerika Serikat loyo setelah Spanyol mengabarkan krisis utang akan berlanjut hingga tahun depan. Ini setelah daerah Valencia bersiap-siap mencari dana talangan dari pemerintah pusat.

Pelemahan juga karena China menegaskan tidak akan melonggarkan kebijakan di bidang properti. Kantor berita Xinhua melaporkan, China akan tetap menjaga pasar properti untuk mencegah kenaikkan harga properti.

"Masalah ada dimana-mana," kata Senior Investment Officer Chemung Canal Trust Co. Tom Wirth, Jumat (20/7).

Dalam sepekan, indeks Dow Jones telah naik 0,6%. Sementara Standard & Poor's naik 0,8% dan Nasdaq naik 1,3%.

Penguatan indeks Standard & Poor's bahkan yang tertinggi sejak awal Mei. Penguatan ini ditopang oleh saham teknologi dan perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×