kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Joint Venture PLTU Bukit Asam (PTBA) dan Antam (ANTM) dalam finalisasi perjanjian


Jumat, 15 November 2019 / 08:15 WIB
Joint Venture PLTU Bukit Asam (PTBA) dan Antam (ANTM) dalam finalisasi perjanjian
ILUSTRASI. Maket PLTU Sumsel yang dibangun PTBA. Perkiraan nilai total investasi PTLU milik PTBA dan ANTM ini mencapai US$ 185 juta.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembentukan joint venture company (JVC) antara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tengah dalam tahap finalisasi perjanjian. Direktur Keuangan PTBA Mega Satria berharap, kesepakatan tersebut dapat segera tercapai pada tahun ini.

Menurut Mega, kepastian komposisi kepemilikan JVC ini juga perlu menunggu kesepakatan. Sebelumnya, kedua perusahaan berencana menjalankan proyek PLTU di Halmahera Timur berkapasitas 2x45 MW ini dengan komposisi kepemilikan PTBA 75% dan ANTM 25%. Perkiraan nilai total investasinya mencapai US$ 185 juta.

Baca Juga: Jurus Bukit Asam (PTBA) untuk genjot kinerja hingga akhir 2019

Meskipun begitu, Mega mengungkapkan, pihaknya optimistis tidak ada kendala berarti dalam hal pendanaan untuk menyelesaikan proyek ini. "Kami tidak khawatir soal pendanaan karena proyeknya sangat feasible. Pendanaannya enggak langsung butuh di depan. Perkiraan US$ 185 juta itu akan dikeluarkan secara bertahap," ucap dia usai ajang Annual Report Award di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (14/11).

Oleh karena itu, dia memprediksi belanja modal atau capital expenditure (capex) 2020 akan lebih besar dari tahun 2019. "Tahun ini tidak sampai Rp 5 triliun. Tahun depan, ada beberapa yang besar. Salah satunya untuk PLTU ini," kata dia.

Tapi, dia enggan menyebutkan nilai capex 2020, sebab masih dalam tahap persetujuan internal perusahaan. Meskipun begitu, sumber capex ini ia perkirakan akan berasal dari kas internal.

Baca Juga: Pasca rilis kinerja kuartal III 2019, timbang rekomendasi saham Bukit Asam (PTBA)

"Capex 2020 masih mencukupi dengan cash yang kami punya. Belum ada rencana penerbitan obligasi, dan lain-lain," kata dia. Selain untuk PLTU, capex tahun depan juga akan digunakan untuk pengembangan angkutan kereta api dan proyek gasifikasi/hilirisasi tambang Peranap (coal to DME).

Sebagai informasi, PLTU ini ditujukan untuk menyediakan pasokan energi listrik bagi pabrik feronikel milik ANTM yang berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara. Setiap tahunnya, PLTU tersebut akan membutuhkan konsumsi batu bara 0,65 juta ton.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×