kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Jelang inagurasi Trump, emas berpotensi melemah


Jumat, 13 Januari 2017 / 21:19 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Harga komoditas emas sepertinya gagal mempertahankan penguatannya. Setelah selama beberapa pekan terakhir berhasil menguat harganya akhirnya mengalami pelemahan dalam perdagangan Jumat (13/1).

Mengutip Bloomberg, Jumat (13/1) pukul 17.53 WIB harga emas kontrak pengiriman Februari 2017 di Commodity Exchange melemah 0,23% ke level US$ 1.197 per ons troi.

Meski melemah, jika dibandingkan dari awal perdagangan harga emas relatif menguat. Pada pukul 13.07 wib, harganya hanya mencapai US$ 1.194,20 per ons troi.

Yulia Safrina, Analyst & Research PT Monex Investindo Futures mengatakan saat ini emas tengah masuk dalam fase konsolidasi. Ia memperkirakan hingga pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump pada 20 Januari nanti harganya hanya akan bergerak dalam kisaran yang terbatas.

“Posisinya sampai inagurasi terbatas kecuali nanti ada kejelasan kebijakan ekonomi AS dan sinyal kenaikan suku bunga The Fed yang lebih jelas,” terangnya kepada KONTAN, Jumat (13/1).

Menurutnya emas yang kian menguat di sore ini disebabkan karena indeks dollar AS yang masih menunjukkan trend pelemahan. Berdasarkan Bloomberg Jumat (13/1) pukul 17.55 WIB indeks dollar masih menunjukkan pelemahan 0,14% ke level 101.210.

“Tapi ini penguatannya terbatas karena emas masih tertekan rencana kenaikan suku bunga The Fed,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×