kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.965   -48,00   -0,27%
  • IDX 5.848   103,40   1,80%
  • KOMPAS100 760   15,79   2,12%
  • LQ45 577   11,46   2,03%
  • ISSI 203   3,31   1,66%
  • IDX30 327   6,08   1,90%
  • IDXHIDIV20 402   7,51   1,90%
  • IDX80 86   1,74   2,05%
  • IDXV30 109   1,93   1,79%
  • IDXQ30 105   1,96   1,90%

Jaga stabilitas harga, Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan Timah (TINS) kolaborasi


Kamis, 20 Februari 2020 / 13:53 WIB
Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) meninjau komoditas Timah Batangan produksi PT Timah (Persero) di salah satu gudang di Bangka Belitung beberapa waktu yang lalu. 


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Anna Suci Perwitasari

Pasar Fisik Komoditas Timah Batangan sendiri, telah diperdagangkan di BBJ akhir tahun lalu dan cukup menarik perhatian investor. Dengan kapasitas produksi yang dimiliki TINS, serta pangsa pasar yang dimiliki emiten tersebut, sudah selayaknya Indonesia menjadi bagian dalam penentuan harga timah dunia.

Untuk itu, kerjasama Resi Gudang timah tersebut merupakan upaya strategis kami dalam meningkatkan pemanfaatan SRG Tanah Air. Apalagi, sampai saat ini masih banyak komoditas di Indonesia, yang belum memaksimalkan Resi Gudang masih sangat kecil.

"Khusus mengenai komoditas timah batangan, kami optimis ke depan sistem resi gudang ini akan berkembang,” ungkapnya.

Baca Juga: Ini kendala menahun perdagangan komoditi berjangka yang belum rampung

SRG timah dirancang sebagai alat pengendali ketersediaan komoditas yang nantinya diharapkan sebagai sarana lindung nilai bagi komoditas dalam hal ini Timah Murni Batangan. Sehingga, itu akan berpengaruh pada kestabilan stok dan harga. Selain itu, SRG komoditas timah merupakan sarana untuk menahan barang atau hedging dan mampu menaikkan harga timah yang saat ini tengah lesu.

Kerjasama strategis kedua BUMN tersebut juga diharapkan menjadi awal masuknya investor potensial lainnya untuk turut serta dalam skema Pembelian dan Penjualan Kembali dengan jaminan surat berharga berupa Resi Gudang. "Ini merupakan pilot projek pertama, dan ke depan kami optimis akan ada investor lain yang akan ikut memanfaatkan sistem resi gudang timah ini," ujarnya.

Fajar juga menilai bahwa potensi investor yang bakal masuk tidak menutup kemungkinan berasal dari industri keuangan, perbankan atau bahkan lembaga keuangan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×