Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Sejumlah mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (2/11/2026). Won Korea Selatan dan dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penurunan terdalam di kawasan.
Berdasarkan data Reuters pada pukul 02.07 GMT, won Korea Selatan melemah 0,41% ke level 1.338,94 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 1.333,46.
Dolar Taiwan mencatatkan pelemahan lebih dalam, yakni 0,66% ke level 32,695 per dolar AS dari posisi sebelumnya 32,478.
Baca Juga: Jadi SBN Ritel Penutup 2026, Penyerapan ST017 Hadapi Sejumlah Tantangan
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang lainnya. Ringgit Malaysia turun 0,25% ke 4,064 per dolar AS, yen Jepang melemah 0,20% ke 157,84, sedangkan rupiah terkoreksi 0,17% ke level Rp 18.150 per dolar AS.
Dolar Singapura juga turun 0,10% ke posisi 1,279 per dolar AS. Sementara itu, peso Filipina melemah tipis 0,04% ke 63,669 per dolar AS.
Di sisi lain, baht Thailand menguat 0,07% ke 33,745 per dolar AS. Yuan China juga naik tipis 0,01% ke 6,655 per dolar AS, sedangkan rupee India relatif stagnan di level 94,95 per dolar AS.
Secara akumulatif sepanjang 2026 hingga 2 November, rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di Asia. Rupiah telah melemah 8,15% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 16.670 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Berpotensi Uji Rp 18.250 di Awal Pekan, Simak Sentimennya
Peso Filipina mencatatkan depresiasi lebih besar, yakni 7,65% sejak akhir tahun lalu. Baht Thailand juga melemah 6,80%, sementara rupee India turun 5,35%.
Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 7,59% sepanjang tahun berjalan terhadap dolar AS. Yuan China juga terapresiasi 5%, sedangkan dolar Singapura menguat 0,52%.
Dolar Taiwan tercatat melemah 3,84% sejak akhir 2025. Yen Jepang juga terkoreksi 0,75%, sementara ringgit Malaysia turun tipis 0,20%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














