kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jadi calon SUN acuan, transaksi FR0075 ramai


Senin, 04 Desember 2017 / 07:55 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak meluncur pada Agustus 2017, pelaku pasar aktif mentransaksikan surat utang negara (SUN) seri  FR0075. Berdasarkan data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), seri dengan tenor 20 tahun ini paling banyak ditransaksikan sejak awal November hingga Rabu (29/11). 

FR0075 ditransaksikan sebanyak 2.784 kali dengan volume transaksi Rp 29,65 triliun. Selanjutnya, di urutan kedua, SUN seri FR0059 ditransaksikan sebanyak 1.284 kali. Dari sisi volume transaksi, seri ini mencatatkan transaksi terbesar, yakni Rp 33,05 triliun. 

Analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Lili Indarli mengatakan, FR0075 sejak meluncur memang aktif ditransaksikan di pasar sekunder. Dengan begitu, seri ini memiliki peluang besar untuk menggantikan FR0072 sebagai benchmark atau seri acuan untuk tenor 20 tahun.

Menurut Lili, seri ini aktif ditransaksikan karena pasar menganggap kupon yang ditawarkan menarik hingga masa jatuh tempo. "Seri ini meluncur di Agustus, di saat tren pasar bullish dengan kupon 7,5%," kata Lili, Jumat (1/12).

Menurut Lili, obligasi tenor panjang cenderung lebih ramai ditransaksikan di pasar sekunder tahun ini. Namun pada 2018, Lili memprediksi seri tenor pendek akan lebih banyak diburu pelaku pasar. Maklum, dari domestik ada sentimen pilkada serentak. Dari eksternal, ada sentimen kenaikan Fed funds rate, yang diprediksi akan naik tiga kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×