kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Isu Skotlandia hingga Brexit masih tekan sterling


Selasa, 07 Maret 2017 / 21:04 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Tekanan dari Skotlandia hingga isu Brexit menggerus tenaga sterling. Imbasnya, GBP bertekuk lutut di hadapan AUD.

Mengutip Bloomberg, Selasa (7/3) pukul 19.30 WIB, pairing GBP/AUD terkikis 0,63% ke level 1,6042 dibanding sehari sebelumnya.

Tonny Mariano, analis PT Esandar Arthamas Berjangka mengungkapkan, suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) yang tetap bertahan di level 1,5% menopang laju AUD di depan GBP.

Sementara poundsterling masih terpukul oleh isu Skotlandia yang ingin keluar dari Inggris. Hal tersebut bersamaan dengan tekanan lain Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa. "Sampai saat ini mekanisme Brexit masih belum jelas," kata Tonny.

Data ekonomi Inggris yakni Halifax House Price Index bulan Februari naik ke level 0,1% dari sebelumnya minus 1,1% tetapi masih di bawah proyeksi di angka 0,4%. Data ini pun akhirnya gagal mengangkat sterling.

Tonny memprediksi laju GBP/AUD akan melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek. Rabu (8/3), AUD minim sentimen dari Australia, sedangkan GBP menunggu rilis anggaran belanja tahunan pemerintah Inggris.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×