kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.633   47,00   0,27%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Isu Skotlandia hingga Brexit masih tekan sterling


Selasa, 07 Maret 2017 / 21:04 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Tekanan dari Skotlandia hingga isu Brexit menggerus tenaga sterling. Imbasnya, GBP bertekuk lutut di hadapan AUD.

Mengutip Bloomberg, Selasa (7/3) pukul 19.30 WIB, pairing GBP/AUD terkikis 0,63% ke level 1,6042 dibanding sehari sebelumnya.

Tonny Mariano, analis PT Esandar Arthamas Berjangka mengungkapkan, suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) yang tetap bertahan di level 1,5% menopang laju AUD di depan GBP.

Sementara poundsterling masih terpukul oleh isu Skotlandia yang ingin keluar dari Inggris. Hal tersebut bersamaan dengan tekanan lain Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa. "Sampai saat ini mekanisme Brexit masih belum jelas," kata Tonny.

Data ekonomi Inggris yakni Halifax House Price Index bulan Februari naik ke level 0,1% dari sebelumnya minus 1,1% tetapi masih di bawah proyeksi di angka 0,4%. Data ini pun akhirnya gagal mengangkat sterling.

Tonny memprediksi laju GBP/AUD akan melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek. Rabu (8/3), AUD minim sentimen dari Australia, sedangkan GBP menunggu rilis anggaran belanja tahunan pemerintah Inggris.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×