kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

IPO Triniti Land kelebihan permintaan 3,17 kali


Minggu, 12 Januari 2020 / 17:19 WIB
IPO Triniti Land kelebihan permintaan 3,17 kali
ILUSTRASI. Apartemen Collins Boulevard yang dikembangkan Triniti Land

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perintis Triniti Properti Tbk (Triniti Land) mencatatkan kelebihan permintaan alias oversubscribe 218 kali dari pooling menjelang pencatatan perdananya.

Perusahaan properti yang akan diperdagangkan dengan kode emiten TRIN ini secara total mencatatkan oversubscribed sebesar 3,17 kali. Triniti Land rencananya mulai melantai di BEI pada Rabu (15/1) mendatang.

“Besarnya animo masyarakat terhadap saham Triniti Land merupakan suatu bukti kepercayaan masyarakat terhadap Triniti Land Group. Di samping itu, keberhasilan ini juga merupakan tantangan yang cukup besar bagi Triniti Land group untuk bisa bertumbuh sesuai ekspektasi dari Investor,” kata President & CEO Triniti Land Ishak Chandra melalui keterangan resmi yang diterima Kontan, Minggu (12/1). 

Baca Juga: Jadi tulang punggung, ini rencana pengembangan Triniti Land di Batam

Asal tahu saja, perusahaan melepas sebanyak-banyaknya 1,09 miliar saham biasa atas nama atau sebanyak-banyaknya 25% dari jumlah seluruh modal disetor perusahaan setelah penawaran umum perdana dan konversi mandatory convertible bond (MCB). 

Nah, untuk harga penawaran perdana saham Triniti Land adalah sebesar Rp 200 per saham. Artinya, melalui aksi korporasi ini, perusahaan bakal mendapat dana segar mencapai Rp 218,6 miliar yang terdiri dari hasil IPO sebesar Rp 129,7 miliar dan konversi MCB senilai Rp 88,9 miliar.  

Dua sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi dari aksi korporasi ini yakni PT Royal Investium Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. 

Baca Juga: Segera IPO, begini strategi bisnis Triniti Land

Triniti Land akan menggunakan keseluruhan dana yang diperoleh dari proses penawaran umum perdana atawa initial public offering (IPO) ini untuk melakukan ekspansi dengan memberikan pinjaman kepada entitas anak, yaitu PT Triniti Menara Serpong (TMS) dan PT Puri Triniti Batam (PTB). 

Selanjutnya dana tersebut akan digunakan TMS untuk tambahan modal kerja dan pembangunan proyek Apartemen Collins Boulevard sebesar 35%. Sebesar 35% akan digunakan PTB untuk modal kerja dan pembangunan proyek Marc’s Boulevard Batam.

Baca Juga: Lima perusahaan ini akan melantai di BEI pada Januari 2020

Sisanya, sebesar 30% akan digunakan untuk biaya pengembangan dan modal kerja perusahaan yang berupa biaya operasional perusahaan. 

Dalam laporan keuangan perusahaan per Juni 2019, Triniti Land memiliki aset yang terus tumbuh menjadi sebesar Rp 1,7 triliun. Sementara itu, perusahaan ini juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp 131,79 miliar di bulan Juni 2019 atau naik sebesar 52% jika dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.




TERBARU

Close [X]
×