kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.045   37,00   0,21%
  • IDX 6.258   23,35   0,37%
  • KOMPAS100 822   3,90   0,48%
  • LQ45 627   3,17   0,51%
  • ISSI 216   0,64   0,30%
  • IDX30 352   1,59   0,46%
  • IDXHIDIV20 432   1,96   0,46%
  • IDX80 94   0,39   0,42%
  • IDXV30 119   0,55   0,46%
  • IDXQ30 112   0,54   0,48%

IPO Semen Baturaja tidak libatkan asing


Selasa, 12 Februari 2013 / 14:02 WIB
ILUSTRASI. Pentingnya Zat Besi untuk Kesehatan Tubuh yang Perlu Anda Ketahui


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dari PT Semen Baturaja Persero tidak akan melibatkan agen penjual asing. Sebab Dahlan ingin mengoptimalkan underwriter lokal.

"IPO Semen Baturaja tidak akan menggunakan selling agent asing," kata Dahlan di kantornya, Jakarta, Selasa (12/2/2013).

Hingga saat ini, pemerintah masih menunjuk tiga perusahaan penjamin emisi (underwriter) perlat merah untuk menangani rencana IPO Semen Baturaja yaitu Bahana Sekuritas (lead underwriter) serta Mandiri Sekuritas dan Danareksa Sekuritas.

Namun Dahlan tidak mau menjelaskan alasan mengapa enggan menggunakan underwriter asing dalam rencana IPO tersebut. Sebab, bercermin pada IPO PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), saham maskapai pelat merah tersebut sempat anjlok di hari perdana hingga beberapa waktu setelahnya.

Pihak DPR sendiri sudah menyetujui rencana IPO tersebut. Sebab, rencana IPO Semen Baturaja ini sempat ditolak karena belum ada persiapan dari perseroan. "Katanya dari pihak DPR sudah menyetujui, tapi saya belum baca suratnya. Ini memang sudah disetujui DPR," tambahnya.

Dahlan menilai bila Semen Baturaja tidak diizinkan dalam rencana IPO ini, maka perseroan akan mengalami perlambatan bisnis. Selain itu, sinyal dunia internasional terhadap bisnis IPO di dalam negeri khususnya dari BUMN akan menjadi kurang baik.

Sekadar catatan, Semen Baturaja berencana melepas 35 persen sahamnya, namun yang direstui hanya 20 persen saham. Rencananya, dari hasil IPO tersebut akan terkumpul dana hingga Rp 1,2 triliun. (Didik Purwanto/ Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×