Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten jasa pelabuhan, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan kinerja pada 2026.
Emiten pelabuhan bagian dari ekosistem Pelindo Group ini akan mengembangkan ekosistem logistik kendaraan terintegrasi dari hulu hingga hilir guna memperluas sumber pendapatan.
Adapun pengembangan layanan bernilai tambah seperti Car Distribution Management (CDM), inland logistics, dan Pre Delivery Centre (PDC) menjadi salah satu fokus utama IPCC pada 2026.
Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal Sugeng Mulyadi mengatakan strategi tersebut dilakukan untuk memperkuat sumber pendapatan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Baca Juga: Incar Pertumbuhan Pendapatan Hingga 12%, Begini Strategi IPCC
"Pada 2026, kami fokus mengembangkan layanan logistik kendaraan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui penguatan layanan bernilai tambah, percepatan digitalisasi, serta perluasan jaringan terminal," ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Tak hanya itu, kata Sugeng, IPCC akan mempercepat implementasi sistem pelabuhan pintar terintegrasi atau PTOS-C guna meningkatkan efisiensi rantai pasok otomotif nasional.
Kemudian, IPCC juga berencana memperluas jaringan terminal satelit dengan memanfaatkan konektivitas pelabuhan yang dimiliki Pelindo Group.
“Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan terminal kendaraan ke sejumlah pelabuhan potensial di berbagai wilayah Indonesia,” jelas Sugeng.
Menilik kinerja tahun buku 2025, IPCC membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 256,51 miliar. Raihan tersebut meningkat dari Rp 212,22 miliar pada tahun sebelumnya.
Secara kinerja keuangan, IPCC akan mempertahankan kebijakan tanpa utang berbunga sehingga fleksibilitas keuangan tetap terjaga untuk mendukung pengembangan usaha.
Baca Juga: Kinerja Operasional IPCC Tumbuh 16,01% di Awal Kuartal II-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













