kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Investor kembali mengoleksi kontrak minyak


Jumat, 28 Desember 2012 / 15:02 WIB
ILUSTRASI. Contoh interior rumah dengan perpaduan warna komplementer. Foto: Instagram @colordrunk_designs


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Harga kontrak minyak dunia kembali menanjak di New York. Berdasarkan data Bloomberg, siang tadi, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran Februari naik sebesar 62 sen menjadi US$ 91,49 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 15.50 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di level US$ 91,25 sebarel. Kemarin (27/12), harga minyak mencatatkan penurunan sebesar 11 sen menjadi US$ 90,87 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah penentu kebijakan di AS kembali dijadwalkan untuk menggelar pertemuan membahas upaya menghindari kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran yang mengancam perekonomian AS.

"Berita mengenai pertemuan tersebut mendorong pelaku pasar untuk memburu kontrak minyak. Itu sebabnya, saat ini kita melihat terjadinya rebound pada pasar finansial dan pasar minyak," papar Ken Hasegawa, energy trading manager Newedge Group di Tokyo.

Catatan saja, harga kontrak minyak WTI sudah melorot 7,7 sepanjang tahun ini.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Februari naik 50 sen atau 0,5% menjadi US$ 111,30 per barel di ICE Futures Europe Exchange di London.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×