kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Investasi proyek hilirisasi PTBA di Tanjung Enim dan Peranap sekitar Rp 81,2 triliun


Senin, 11 Maret 2019 / 13:34 WIB
Investasi proyek hilirisasi PTBA di Tanjung Enim dan Peranap sekitar Rp 81,2 triliun

Berita Terkait

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah berupaya untuk melakukan hilirisasi produk batubaranya di tahun 2019.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin menjelaskan ada dua proyek hilirisasi yang tengah dikelola PTBA yakni proyek gasifikasi di tambang Peranap dan tambang Tanjung Enim. Perusahaan tambang ini masih menghitung soal nilai investasi dari kedua proyek tersebut dan totalnya diperkirakan mencapai US$ 5,8 miliar atau setara Rp 81,2 triliun. Ia berharap para investor dalam proyek tersebut juga bisa ikut mendanai.


"Belanja modal investasi itu masih dalam kajian yang lebih detail. Tapi perkiraan untuk tambang Peranap US$ 2,7 miliar, lalu yang Tanjung Enim US$ 3,1 miliar. Di Tanjung Enim lebih mahal karena produknya lebih variatif," terang Arviyan dalam jumpa pers di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (11/3).

Adapun untuk proyek gasifikasi di Tanjung Enim bertujuan untuk mengubah produk batubara menjadi syngas sebagai feedstock untuk jadi pupuk urea. Lalu batubara juga bisa diubah menjadi polypropylene dan Dimethyl ether (DME), yang bisa dipakai sebagai substitusi elpiji.

Untuk proyek hilirisasi di Tanjung Enim, PTBA telah menandatangani Head of Agreement dengan Pertamina, PT Pupuk Indonesia, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk pada 8 Desember 2017 dan telah dilanjutkan dengan pencanangan pembangunan pabrik coal to urea-DME-Polypropelene di mulut tambang. Konsumsi batu bara nya diperkirakan mencapai 6,2 juta ton per tahun.

Sementara untuk proyek hilirisasi tambang di Peranap, PTBA akan memproduksi batubara berkalori rendah dan mengolahnya menjadi DME. Untuk proyek tersebut, PTBA bekerjasama dengan Pertamina selaku offtaker DME dan Air-Products sebagai pemilik teknologi gasifikasi batubara.

Kerjasama itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan di Allentown, Amerika Serikat pada 7 November 2018. Kemudian pada 16 Januari 2019 dilanjutkan dengan penandatanganan kerangka kerjasama pendirian Joint Venture Company. Proyek itu ditargetkan akan selesai dan mulai berproduksi pada 2023 dengan konsumsi batubara sebesar 9,2 juta ton per tahun.



Video Pilihan

TERBARU

×