kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.980
  • EMAS697.000 -0,71%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Investasi proyek hilirisasi PTBA di Tanjung Enim dan Peranap sekitar Rp 81,2 triliun


Senin, 11 Maret 2019 / 13:34 WIB

Investasi proyek hilirisasi PTBA di Tanjung Enim dan Peranap sekitar Rp 81,2 triliun
ILUSTRASI. Tambang Batubara Bukit Asam

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah berupaya untuk melakukan hilirisasi produk batubaranya di tahun 2019.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin menjelaskan ada dua proyek hilirisasi yang tengah dikelola PTBA yakni proyek gasifikasi di tambang Peranap dan tambang Tanjung Enim. Perusahaan tambang ini masih menghitung soal nilai investasi dari kedua proyek tersebut dan totalnya diperkirakan mencapai US$ 5,8 miliar atau setara Rp 81,2 triliun. Ia berharap para investor dalam proyek tersebut juga bisa ikut mendanai.


"Belanja modal investasi itu masih dalam kajian yang lebih detail. Tapi perkiraan untuk tambang Peranap US$ 2,7 miliar, lalu yang Tanjung Enim US$ 3,1 miliar. Di Tanjung Enim lebih mahal karena produknya lebih variatif," terang Arviyan dalam jumpa pers di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (11/3).

Adapun untuk proyek gasifikasi di Tanjung Enim bertujuan untuk mengubah produk batubara menjadi syngas sebagai feedstock untuk jadi pupuk urea. Lalu batubara juga bisa diubah menjadi polypropylene dan Dimethyl ether (DME), yang bisa dipakai sebagai substitusi elpiji.

Untuk proyek hilirisasi di Tanjung Enim, PTBA telah menandatangani Head of Agreement dengan Pertamina, PT Pupuk Indonesia, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk pada 8 Desember 2017 dan telah dilanjutkan dengan pencanangan pembangunan pabrik coal to urea-DME-Polypropelene di mulut tambang. Konsumsi batu bara nya diperkirakan mencapai 6,2 juta ton per tahun.

Sementara untuk proyek hilirisasi tambang di Peranap, PTBA akan memproduksi batubara berkalori rendah dan mengolahnya menjadi DME. Untuk proyek tersebut, PTBA bekerjasama dengan Pertamina selaku offtaker DME dan Air-Products sebagai pemilik teknologi gasifikasi batubara.

Kerjasama itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan di Allentown, Amerika Serikat pada 7 November 2018. Kemudian pada 16 Januari 2019 dilanjutkan dengan penandatanganan kerangka kerjasama pendirian Joint Venture Company. Proyek itu ditargetkan akan selesai dan mulai berproduksi pada 2023 dengan konsumsi batubara sebesar 9,2 juta ton per tahun.


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0485 || diagnostic_web = 0.3215

Close [X]
×