kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.585.000   -2.000   -0,13%
  • USD/IDR 16.365   5,00   0,03%
  • IDX 7.175   20,61   0,29%
  • KOMPAS100 1.063   5,71   0,54%
  • LQ45 837   4,24   0,51%
  • ISSI 214   0,16   0,08%
  • IDX30 431   2,44   0,57%
  • IDXHIDIV20 512   0,90   0,18%
  • IDX80 121   0,58   0,48%
  • IDXV30 124   -0,12   -0,10%
  • IDXQ30 141   0,26   0,18%

Intip Proyeksi Pergerakan Rupiah untuk Hari Ini (20/1)


Senin, 20 Januari 2025 / 07:04 WIB
Intip Proyeksi Pergerakan Rupiah untuk Hari Ini (20/1)
ILUSTRASI. proyeksi dan rekomendasi pergerakan rupiah untuk hari ini (20/1)


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksi melemah di perdagangan hari ini (20/1). Investor akan fokus pada pelantikan Donald Trump yang diantisipasi membawa kebijakan pro dolar Amerika Serikat (AS).

Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana mengatakan, nilai tukar rupiah kemungkinan masih akan tertekan di perdagangan di awal pekan ini. Ketidakpastian masih mendominasi pasar seiring Trump akan dilantik pada 20 Januari 2025.

Pelaku pasar menantikan pidato perdana Trump untuk melihat arah kebijakan pemerintah AS yang diharapkan relatif lebih aman dan menghindari konflik. Di samping itu, pasar juga terus berhati-hati menjelang pertemuan The Fed pada 28-29 Januari mendatang.

‘’Pelantikan Trump akan memberikan tekanan cukup kuat, tidak hanya bagi rupiah, namun juga ke berbagai mata uang,’’ ujar Fikri saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (19/1).

Baca Juga: Masih Berpotensi Lanjutkan Pelemahan Pekan Lalu, Rupiah Bergantung Inagurasi Trump

Fikri menambahkan, pelaku pasar turut menunggu stimulus China yang dipandang masih menunggu terlebih dahulu pelantikan Trump. Pemulihan ekonomi China diharapkan mendukung pasar Asia yang bergerak volatil salah satunya terdampak konflik internal di Korea Selatan ataupun keributan di Semenanjung Korea.

Dari domestik, keputusan mengejutkan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga 25 bps menjadi 5,75% dinilai akan mendorong arus keluar (outflow) dan membebani Rupiah. Hal itu karena adanya differential rate antara BI dan The Fed yang semakin mengecil.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, rupiah masih akan tertekan seiring dengan absennya data-data ekonomi, baik dari luar maupun dalam negeri. Besarnya pelemahan akan sangat tergantung upaya intervensi BI.

Pemangkasan suku bunga BI yang mengejutkan beberapa hari lalu juga masih akan menekan Rupiah. Di samping itu, investor mengantisipasi kebijakan tarif pemerintah AS, di saat Trump mulai menjabat sebagai presiden pada awal pekan ini.

‘’Rupiah diperkirakan masih akan tertekan dan berpotensi kembali melemah,’’ ungkap Lukman kepada Kontan.co.id, Minggu (19/1).

Baca Juga: Begini Rekomendasi Saham Pilihan yang Bisa Dilirik Hari Ini (20/1)

Lukman memproyeksi, rupiah melemah dalam rentang Rp 16.300 – Rp 16.450 per dolar AS di perdagangan hari ini (20/1). Sedangkan, Fikri memperkirakan, rupiah melemah dalam kisaran Rp 16.300 – Rp 16.500 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Jumat (17/1), Rupiah spot ditutup di level Rp 16.380 per dolar AS, melemah sekitar 1,17% dalam sepekan. Secara harian, rupiah melemah tipis 0,02% daripada posisi kemarin Rp 16.376 per dolar AS.

Sedangkan, rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup pada level Rp 16.373 per dolar AS. Rupiah Jisdor terkoreksi 1,10% secara mingguan, namun naik tipis 0,03% secara harian.

Selanjutnya: Donald Trump Rilis Koin Meme Kripto $TRUMP, Harga Langsung Melambung

Menarik Dibaca: Ini Beragam Benefit Beasiswa LPDP yang Bisa Diperoleh Jika Lolos Seleksi Syarat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Bond Voyage Mastering Strategic Management for Business Development

[X]
×