kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Intip Peluang ETF Ethereum Spot untuk Bisa Disetujui pada Tahun 2024


Jumat, 19 Januari 2024 / 20:17 WIB
Intip Peluang ETF Ethereum Spot untuk Bisa Disetujui pada Tahun 2024
ILUSTRASI. Ethereum. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Tendi Mahadi

“Persetujuan ETF Bitcoin Spot menunjukkan bahwa SEC semakin terbuka terhadap aset kripto. Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa SEC juga akan menyetujui ETF Ethereum spot,” ujar Fyqieh kepada Kontan.co.id, Jumat (19/1).

Dihubungi terpisah, Chief Executive Officer (CEO) Triv, Gabriel Rey memperkirakan ETF Ethereum Spot kemungkinan akan diperdagangkan tahun ini, setidaknya dalam 6 bulan mendatang. Terlepas dari itu, dia menilai bahwa sentimen Halving Bitcoin jauh lebih penting yang diperkirakan terjadi pada April 2024.

Asal tahu saja, halving Bitcoin bertujuan untuk membatasi produksi bitcoin yang baru dengan cara memotong hadiah kepada penambang (miners) menjadi setengah dari nilai reward sebelumnya. Dengan melakukan halving maka dapat mengurangi laju penambahan koin baru dan menurunkan pasokan BTC yang beredar demi menjaga tingkat inflasi BTC.

Data historis menunjukkan setelah halving day tahun 2016, Bitcoin mencapai all-time high baru pada Desember 2017 dengan harga mencapai sekitar US$ 20.000. Sementara, ketika halving day pertama kali dilakukan pada 2012, harga Bitcoin naik menjadi US$ 1.000 dari posisi US$ 12.

Support kuat Bitcoin saat ini di angka US$ 38.000. Menjelang halving, tebakan saya harga BTC akan berkisar antara US$ 38.000 – US$ 50.000,” ucap Gabriel kepada Kontan.co.id, Jumat (19/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×