Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • EMAS707.000 -0,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Integra Indocabinet (WOOD) meraup cuan di tengah memanasnya perang dagang

Rabu, 12 Juni 2019 / 15:37 WIB

Integra Indocabinet (WOOD) meraup cuan di tengah memanasnya perang dagang
ILUSTRASI. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten PT Intergra Indocabinet Tbk (WOOD) menuai untung di tengah perang dagang yang semakin membara. Perusaahan asal Amerika Serikat mengalihkan ordernya ke negara Asean seperti Indonesia.

Corporate Secretary & Head of Investor Relation PT Intergra Indocabinet Tbk (WOOD) Wendy Chandra menjelaskan dampak dari perang dagang tentu memberi keuntungan untuk WOOD.


“Bahkan sebelum terjadi perang dagang produk WOOD sudah lebih kompetitif dibanding produk furnitur dari China,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (12/6).

Dengan kenaikan tarif terhadap produk China sebagai akibat perang dagang dari 10% sebelumnya naik menjadi 25% membuat produk kayu WOOD memiliki harga yang lebih kompetitif. Terlebih lagi, tarif 25% ini bukan satu-satunya yang mengurangi daya saing dari produk furnitur China.

Ada penerapan kebijakan pajak anti dumping dan pajak anti subsidi oleh AS kepada China yang malah memberi katalis positif bagi penjualan produk WOOD.

Asal tahu saja, pada April 2019 lalu aliansi swasta the American Kitchen Cabinet Alliance (AKCA) sudah mengisi petisi terhadap kompetitornya yakni China untuk meminta investigasi atas unfair trade yang bisa menyebabkan penerapan dua kebijakan tersebut lebih tinggi lagi.

Salah satu produk kayu yang kena kebijakan ini adalah produk Plywood. Akibatnya “Beberapa waktu ini sudah banyak customer dari AS yang mencari supplier di luar China terutama di Indonesia,” jelasnya.

Sampai saat ini permintaan AS ke produk WOOD terus meningkat. Wendy menjelaskan karena permintaannya terus naik jadi belum bisa disebutkan berapa nilai permintaannya. Namun target pendapatan tahun ini bisa mencapai Rp 3 triliun dan kontribusi ekspornya bisa di atas 20%. Perusahaan yang akan disasar di Amerika, Eropa dan Asia.

Target keseluruhan yang sudah ditetapkan WOOD pada awal tahun adalah tumbuh 40%-50% di tahun ini fokus pada produk unggulan yang di ekspor ke AS yakni millwork

Wendy mengklaim kontribusi prime moulding/millwork dapat mencapai 12% terhadap pertumbuhan penjualan ekspor.

Sebelumnya WOOD telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan salah satu perusahaan AS berbasis distributor dan pengecer produk komponen bangunan untuk mengirim millwork.

Wendy mengharapkan distribusi ke AS dapat tumbuh konsisten mencapai kapasitas penuh yakni 250 kubik per bulan atau sekitar 50% dari penjualan konsolidasi tahun 2018.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0587 || diagnostic_web = 0.2882

Close [X]
×