kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45869,49   -13,44   -1.52%
  • EMAS937.000 0,43%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Insentif pajak properti sokong kinerja Agung Podomoro Land (APLN)


Selasa, 30 Maret 2021 / 21:07 WIB
Insentif pajak properti sokong kinerja Agung Podomoro Land (APLN)
Pembangunan perumahan Podomoro Golf View yang dikembangkan PT Agung Podomoro Land di Bogor, Jumat (5/2/2021).  KONTAN/Baihaki/05/02/2021


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja pra penjualan atawa marketing sales PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) di tahun ini berpotensi tumbuh lebih tinggi dibandingkan realisasi marketing sales di 2020 yang sudah tembus target. Insentif pajak dari pemerintah untuk sektor properti jadi kunci pendorong kinerja. 

Hingga laporan keuangan periode kuartal III-2020, pendapatan Agung Podomoro terkoreksi 1,2% secara tahunan menjadi Rp 2,88 triliun. Sementara, beban pokok penjualan dan beban langsung APLN naik 9,6% menjadi Rp 1,61 triliun. 

Alhasil, perusahaan properti dan pemilik pusat perbelanjaan ini harus mencatatkan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp 195,2 miliar. 

Meski begitu, APLN berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp 3,5 triliun hingga 31 Desember 2020. Perolehan ini melebihi target perseroan yakni Rp 3 triliun. Perolehan marketing tersebut juga meningkat 56% bila dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama 2019, yakni sebesar Rp 1,9 triliun. 

Baca Juga: Beli rumah dengan 3 bonus yang spektakuler dari Agung Podomoro, siapa mau?

Dari total marketing sales tersebut, sekitar 89% diperoleh melalui penjualan 280 hektare lahan industri di Karawang, Jawa Barat. Selanjutnya, diikuti penjualan Podomoro Park di Bandung, Podomoro Golf View di Cimanggis dan Podomoro City Deli Medan. 

Sementara, M. Nafan Aji Gusta Utama Analis Binaartha Sekuritas melihat kinerja marketing sales APLN tetap tumbuh di tengah pandemi, karena tersokong tren suku bunga rendah. 
Sektor porperti sangat didukung oleh tren suku bunga rendah. Hingga saat ini suku bunga juga masih rendah, alhasil, Nafan memproyeksikan kinerja APLN akan potensial tumbuh lebih baik lagi di tahun ini. 

 

 

Kinerja APLN juga turut tersokong insentif pajak di sektor properti. Pemerintah membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk rumah tapak dan unit hunian rumah susun. Dengan syarat, harga jualnya maksimal Rp 2 miliar.

Selain itu, pemerintah juga memberi diskon PPN sebesar 50% atau 50 persen PPN DTP untuk kategori rumah tapak dan rumah susun, dengan harga jual lebih dari Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×