Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih fluktuatif usai libur panjang Lebaran. Sentimen geopolitik global kembali memanas dan memicu ketidakpastian pasar.
Selama libur panjang, ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran sempat menekan pasar Asia. Bahkan, pergerakan nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) menembus level Rp 17.000 per dolar AS.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan dinamika perang AS dan Iran masih menjadi faktor utama penggerak pasar global sekaligus menentukan arah pergerakan IHSG.
Baca Juga: Kinerja Melemah, Begini Prospek Reksadana Saham di Sepanjang Tahun Ini
“Jika tensi masih tinggi tentunya bisa memberikan negatif impact terhadap market. Namun jika tidak terjadi eskalasi baru, rally pada IHSG bisa berlanjut,” kata Nafan kepada Kontan, Selasa (24/3).
Sekadar mengingatkan, IHSG ditutup menguat 1,2% atau naik 84,55 poin ke level 7.106,83 pada Selasa (17/3). Namun sepanjang 2026 berjalan ini, IHSG masih melemah 17,81%.
Di sisi lain, pergerakan hargas emas dunia terbatas. Melansir Bloomberg pada Selasa (24/3) pukul 18:08 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.410,94 per ons troi.
Nafan menilai koreksi harga emas mencerminkan mulai meningkatnya risk appetite investor. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya rotasi dari aset safe haven ke aset berisiko.
Dia menambahkan, pasar Asia mulai menunjukkan penguatan seiring pulihnya minat risiko investor. Namun kondisi likuiditas masih terbatas akibat efek libur panjang dan periode pasca libur.
“Wajar saja volume transaksi masih terbatas dan pelaku pasar cenderung lebih wait and see,” kata Nafan.
Nafan merekomendasikan investor untuk fokus pada saham dengan fundamental solid dan valuasi murah. Investor juga perlu mencermati saham yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah.
Secara teknikal hingga akhir Maret 2026, Nafan memproyeksikan IHSG memiliki support di level 6.892 dan 6.731. Sementara resistance berada di kisaran 7.257 hingga 7.482.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













