kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Saham-saham prospektif di periode ke II pemerintahan Jokowi


Jumat, 18 Oktober 2019 / 04:44 WIB
Saham-saham prospektif di periode ke II pemerintahan Jokowi
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (11/10/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI ditutup naik 82,159 poin atau 1,36 persen menjadi 6.105,8 pada akhir pekan ini. ANTARA FOTO/Adi

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo berjanji akan fokus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur pada lima tahun mendatang. Sejumlah analis menilai ada beberapa sektor yang akan diuntungkan dengan program pemerintah yang akan datang.

Asal tahu saja, ada beberapa sektor yang akan digenjot di lima tahun ke depan, selain infrastruktur, sektor yang berkaitan dengan sumber daya manusia, yakni sektor kesehatan, pariwisata, infrastruktur dan telekomunikasi.

Direktur Avere Investama Teguh Hidayat menilai sektor infrastruktur, telekomunikasi, dan consumer goods bakal menarik untuk lima tahun ke depan.

Baca Juga: Jokowi beri bocoran kabinet periode dua, profesional lebih besar daripada parpol

“Sektor konstruksi atau infrastruktur masih menarik karena lima tahun kemarin baru permulaan, begitu juga dengan telekomunikasi dan ICT bakal menarik karena perkembangannya mutlak diperlukan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM),” jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (17/10).

Menurut Teguh, emiten di sektor konstruksi sejak lama tumbuh signifikan khususnya saat pembangunan infrastruktur dimulai. Meskipun dibayangi sentimen negatif dari rasio utang yang memprihatinkan, Teguh percaya pelan-pelan utang emiten sektor ini akan berkurang.

Teguh menilai dengan fokusnya pemerintah di peningkatan SDM maka harusnya pembangunan infrastruktur tidak terlalu masif lagi sehingga sifatnya hanya menuntaskan proyek-proyek yang sudah ada.

Selain itu, Teguh juga mencermati sektor consumer goods yang bakalan menjanjikan karena jika kualitas SDM meningkat, daya beli masyarakat juga akan naik. Imbasnya konsumsi akan tumbuh.

Kendati demikian, sektor yang akan kena beban di lima tahun mendatang adalah dari sektor kesehatan dan komoditas.

Menurut Teguh, selama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih defisit, kinerja emiten farmasi bakal sulit naik. Meski pemerintah menaikkan anggaran untuk BPJS Kesehatan, belum tentu akan banyak memberi dampak bagi emiten di sektor ini. 

Sebab masalahnya bukan dari banyaknya anggaran yang digelontorkan tapi dari kepatuhan membayar masyarakat.

Teguh melihat dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sudah jalan sejak Januari 2014 kinerja emiten farmasi, khususnya yang milik negara biasa saja malah cenderung turun.

Selain itu, sektor komoditas bakal kurang menarik karena lebih mengolah sumber daya alam. Menurut Teguh sektor ini kena imbas negatif karena kurang dapat perhatian pemerintah hingga lima tahun mendatang.

Kalau melihat valuasi saham, pasar dalam beberapa bulan terakhir tertekan berbagai isu mulai dari demonstrasi hingga isu politik lainnya sehingga hampir semua saham berada di posisi terendahnya. 

Teguh memproyeksikan kalau pelantikan kabinet kerja jilid II lancar, semua saham akan kena sentimen positifnya.

Baca Juga: Ini strategi pemerintah menangkap investasi langsung

Analis Panin Sekuritas William Hartanto lebih mencermati sektor telekomunikasi dan start up untuk dikoleksi hingga lima tahun ke depan. “Alasannya karena sektor ini akan terdongkrak dari kebutuhan masyarakat akan internet dan kecepatan mendapatkan informasi,” ujarnya.

Adapun beberapa saham pilihan yang dicermati William untuk jangka panjang adalah PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT), PT XL Axiata dan Tbk (EXCL).

Selain itu William juga mencermati saham-saham yang bergerak di bisnis digital khususnya yang bisnis iklan digital. Menurut William ke depannya iklan digital lebih dipakai sebagai media promosi di masa depan sehingga dinilai lebih prospektif. 

Oleh sebabnya, saham-saham perusahaan digital seperti PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) direkomendasikan William untuk investasi jangka menengah atau 6-8 bulan saja. 



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×