kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Inilah fokus pengurus baru Bursa Efek Indonesia


Sabtu, 30 Juni 2018 / 15:35 WIB
Inilah fokus pengurus baru Bursa Efek Indonesia


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nakhoda PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin resmi berganti. Melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) BEI, Inarno Djayadi resmi diangkat jadi Direktur Utama BEI periode 2018-2021.

Selama tiga tahun ke depan, Inarno akan memimpin BEI bersama direksi lainnya. Mereka adalah IGD N. Yetna Setia (Direktur Penilaian Perusahaan, Laksono Widito Widodo (Direktur perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa), Kristian Sihhar Manullang (Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan), Fitri Hadi (Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko), Hasan Fawzi (Direktur pengembangan), serta Risa Effenita Rustam (Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia).

Inarno mengemukakan sejumlah rencana program kerja selama tiga tahun ke depan. Ia berniat menjaga agar transaksi saham menjadi lebih efisien, wajar dan teratur. "Kami ingin meneruskan apa yang masih tertunda, tentu saja kami akan meneruskan program-program direksi lama," ungkap Inarno, kemarin.

Menurut dia, saat ini kendala pasar modal yang paling utama adalah jumlah investor yang masih kurang dan sedikitnya emiten di BEI. Melalui sejumlah program, Inarno meyakini kendala ini dapat tereliminasi.

BEI berharap bisa meningkatkan jumlah investor hingga 15% per tahun dan jumlah investor aktif hingga 20% per tahun. Selain memperbanyak emiten dan investor, Inarno akan mengembangkan produk berbasis IT di BEI, sehingga lebih variatif.

Dari sisi likuiditas pasar modal, dia mengakui, saat ini masih cukup rendah. Inarno berjanji manajemen baru nanti akan meningkatkan likuiditas dengan menimbang porsi lot dan berusaha menggeber transaksi. "Kami akan mereview besaran satu lot untuk memperoleh likuiditas terbaik," tambah Laksono Widodo, Direktur BEI, Jumat (29/6).

Ia belum memastikan besaran jumlah saham dalam satu lot tersebut. Selama ini, satu lot sebanyak 100 unit saham. Menurut dia, satu lot bisa saja turun jadi 50, 30 atau 20 saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×