kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ini tips memilih perencana keuangan


Jumat, 21 Februari 2014 / 16:33 WIB
Ini tips memilih perencana keuangan
ILUSTRASI. Kulit Kepala Anda Sering Gatal? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya Ini.


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Profesi perencana keuangan alias financial planner belakangan ini memang marak di dunia investasi. Beberapa calon investor yang belum melek investasi banyak yang rela membayar jasa perencana keuangan untuk bisa menuntun mereka menempatkan dananya pada sejumlah instrumen investasi. 

Tentu hal ini dilakukan dengan harapan mendulang cuan. Tetapi, Yanuar Rizki, Pengamat Pasar Modal sekaligus Penasihat Keuangan mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan investor demi keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi. 

Hal pertama yang harus menjadi pertimbangan adalah memilih perencana keuangan yang berizin, bukan hanya sekedar populer.

"Lalu, tempatkan financial planner sebagai advisor (penasihat), kalau advisor sudah jualan produk juga itu tidak dibenerkan," ujarnya.

Advisor sejatinya hanya memberikan opsi mengenai alokasi investasi ke suatu jenis investasi dengan menjelaskan secara rinci terkait beberapa aspek aspek.

Aspek-aspek itu meliputi aspek ekonomi, aspek risiko dan potensi imbal hasil (return), serta aspek hukum alias legalitas. 

"Kalau advisor hanya berbicara return dan tidak menjelaskan soal hukumnya, itu advisor yang tidak memenuhi standar etik," jelas Yanuar. 

Jadi, boleh aja memakai jasa financial planer, tetapi carilah advisor yang bisa membuat skema risiko dan potensi return, serta legalitas dari investasi apapun jenisnya. Baik investasi di pasar modal, reksadana, komoditas atau sektor riil. Jadi, cerdaslah dalam berinvestasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×