kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Ini tanggapan BEI soal dual class stock di bursa Singapura


Senin, 22 Januari 2018 / 12:50 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama BEI, Tito Sulistio


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menanggapi soal aturan dual class stock yang memungkinkan start up melantai di bursa Singapura, Bursa Efek Indonesia (BEI) memilih strategi lain. Memang, beberapa waktu belakangan, BEI berupaya untuk mendekatkan diri pada beberapa start up.

“Kami mau ketemu satu-satu, kami datengi mereka satu persatu, untuk unicorn kami sudah bertemu,” kata Tito Sulistio, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Senin (22/1). Meski begitu Tito belum menyebutkan start up mana yang tengah didekati.

Terkait dengan aturan SGX tersebut, Tito bilang tak terlalu khawatir. Yang penting, saat ini Ia berfokus untuk menarik start up untuk masuk ke bursa terlebih dahulu.

Toh, bursa sudah punya dua papan yakni papan utama dan juga papan pengembangan. Start up yang masih mencatatkan rugi bisa masuk ke papan pengembangan terlebih dahulu.

Sekadar informasi, bursa efek Singapura akan merilis aturan baru dual class stock. Dengan aturan ini, SGX membentangkan karpet merah bagi perusahaan teknologi, termasuk perusahaan start up asal Indonesia, untuk masuk bursa Singapura.

Aturan dual class memungkinkan start up masuk bursa dengan cara berbeda dibanding emiten lain. Dalam konteks bursa saham, saham jenis ini memberikan bobot pemungutan suara (vote) yang berbeda antara pemegang saham pendiri dan pemegang saham publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×