kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini strategi Indocement (INTP) sehingga kantongi laba Rp 400 miliar di kuartal I 2020


Minggu, 05 Juli 2020 / 18:06 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membongkar muatan semen untuk dikirim antar pulau di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (7/7). Kementerian Perindustrian memperkirakan total kapasitas semen nasional pada 2017 akan mencapai 102 juta ton dari total kebutuhan 70 juta ton pertahu


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Beban usaha turun 2,21% menjadi Rp 770,93 miliar. Jumlah ini terdiri atas beban umum dan administrasi yang turun 0,6% menjadi Rp 156,69 miliar dan beban penjualan yang turun 2,6% menjadi 614,24 miliar.

Memasuki paruh kedua 2020, INTP optimis industri semen akan lebih menggeliat. Hal ini seiring dengan adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sehingga sektor konstruksi bisa bergerak lebih cepat.

Baca Juga: Laba naik di kuartal I, simak rekomendasi saham Indocement (INTP)

Tahun ini, INTP mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure senilai Rp 1,1 triliun. Jumlah ini lebih rendah dari rencana awal yang mencapai Rp 1,4 triliun. Namun, capex tahun ini sedikit lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya Rp 1 triliun.

Adapun capex ini akan dialokasikan untuk beberapa keperluan, salah satunya penyelesaian proyek fasilitas refused derived fuel (RDF) atau pengolahan sampah menjadi bahan bakar di pabrik Citeureup, Jawa Barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×