kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Ini sentimen yang mengangkat IHSG hingga 3,80% dalam sepekan


Jumat, 27 November 2020 / 20:13 WIB
ILUSTRASI. Dari lima hari perdagangan pekan ini, IHSG hanya turun sehari pada Rabu (25/11).


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,41% ke level 5.783,34 pada perdagangan Jumat (27/11). Apabila melihat dalam sepekan, IHSG berhasil terangkat hingga 3,80%. Dari lima hari perdagangan pekan ini, IHSG hanya turun sehari pada Rabu (25/11).

Dennies Christoper Jordan Analis Artha Sekuritas mengatakan, pergerakan IHSG menguat seiring optimisme akan pemulihan ekonomi di akhir tahun 2020. “Investor masih terfokus pada perkembangan vaksin dan angka kasus baru. Dari dalam negeri minim sentimen data perekonomian,” ujar Dennies dalam riset, Jumat (27/11).

 Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, dalam sepakan market mengapresiasi kebijakan presiden Amerika Serikat (AS) terpilih yakni Joe Biden untuk terus meningkatkan program stimulus. “Menurut saya, market lebih antusias serta mengapresiasi terkait dengan perkembangan penelitian vaksin Covid-19 yang semakin progresif,” kata Nafan kepada Kontan.co.id, Jumat (27/11).

Masih dari global, pasar juga antusias dengan rumor bahwa Presiden AS terpilih Joe Biden berencana mencalonkan mantan Gubernur Federal Reserve Janet Yellen sebagai menteri keuangan.

Baca Juga: Sentimen risk-on mengangkat rupiah menguat 0,56% dalam sepekan ini

Selanjutnya, IHSG juga tersokong sentimen dari kenaikan harga komoditas dunia akibat faktor meningkatnya permintaan memberikan sinyal yang kuat bahwa perekonomian dunia sedang mengalami masa pemulihan.

“Sedangkan dari domestik selain euforia Omnibus Law, juga berkaitan dengan apresiasi market terhadap keputusan BI untuk menurunkan BI 7DRRR sebesar 25 bps dalam rangka mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Nafan.

Baca Juga: IHSG menguat 3,80% dalam sepekan disokong masuknya dana asing

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×