kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.013,51   -2,48   -0.24%
  • EMAS932.000 0,22%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Ini sejumlah sentimen yang bakal mewarnai pergerakan IHSG di semester kedua 2020


Minggu, 28 Juni 2020 / 12:21 WIB
Ini sejumlah sentimen yang bakal mewarnai pergerakan IHSG di semester kedua 2020
ILUSTRASI. Memasuki semester kedua 2020, IHSG masih akan diwarnai berbagai sentimen baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Semester pertama 2020 akan segera berakhir. Namun, sejak awal tahun atau secara year-to-date (ytd) sampai Jumat (26/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memberi return negatif, yakni -22,15%.

Sejak awal tahun pula, investor asing masih mencatatkan net sell asing. Melansir RTI, dana asing yang kabur dari pasar saham tanah air mencapai Rp 31,42 triliun di pasar regular dan Rp 14,59 triliun di semua pasar (all market).

Memasuki semester kedua 2020, analis memperkirakan, IHSG masih akan diwarnai berbagai sentimen baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, salah satu sentimen utama yang akan menentukan arah IHSG adalah laporan keuangan emiten pada kuartal II 2020.

Baca Juga: Ini sektor paling tahan banting sepanjang semester I-2020

Sebab, laporan keuangan emiten pada kuartal II-2020 akan menjadi pembuktian asumsi pelaku pasar mengenai efek pandemi corona (Covid-19) terhadap kinerja emiten. Hal ini tidak lepas dari keterlambatan pemerintah dalam menangani pandemi sejak awal kemuculannya di Indonesia pada 2 Maret 2020.

“Laporan kuartal II 2020 akan menjadi pembuktian asumsi mengenai efek pandemi yang baru akan terlihat di sana. Karena pada kuartal I-2020, pemerintah sedikit terlambat menangani Covid-19, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penanganan lain belum dijalankan,” ujar William kepada Kontan.co.id, Jumat (26/6).

Sentimen internal yang tidak kalah kuat dalam menyetir IHSG di semester kedua adalah kelanjutan kasus mega korupsi Jiwasraya. Hal ini akan membuat pelaku pasar cenderung wait and see. Sebagai catatan, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan adanya 13 manajer investasi (MI) yang diduga terlibat dalam kasus Jiwasraya yang merugikan negara lebih dari Rp 12 triliun tersebut.

Selain itu, kejelasan mengenai kelanjutan PSBB juga akan menjadi perhatian pasar memasuki paruh kedua 2020. Dus, sentimen-sentimen domestik inilah yang menurut William, memiliki pengaruh lebih kuat dalam menyetir IHSG.

Sementara dari eksternal, kelanjutan penemuan vaksin Covid-19 juga akan menjadi perhatian pelaku pasar. Tensi perang dagang antara Amerika Serikat dengan China serta memanasnya hubungan China dengan India juga menjadi perhatian pelaku pasar.’

William mengatakan, secara teknikal IHSG berpotensi melemah, yang membentuk pola rising wedge yang merupakan pola bearish. Indikator MA juga sudah mengalami dead cross yang semakin menegaskan adanya indikasi pelemahan bagi IHSG.

William memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 4.774-5.157 untuk sebulan ke depan. Sementara hingga akhir tahun, proyeksi dia IHSG akan berada dalam kisaran 5.100 – 5.334.

Baca Juga: Ini 10 saham yang paling banyak dikoleksi asing pekan ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×