kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Ini rencana bisnis Lippo Cikarang di 2015


Kamis, 01 Januari 2015 / 21:01 WIB
Ini rencana bisnis Lippo Cikarang di 2015
ILUSTRASI. 4 Makanan yang Efektif untuk Mengatasi Bau Badan Tidak Sedap.


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) telah mempersiapkan rencana bisnisnya pada tahun ini. Direktur Utama Lippo Cikarang, Meow Chong Loh mengatakan untuk rencana bisnis tahun 2015, perseroan akan meluncurkan rumah tapak dan rumah vertikal.

Proyek rumah vertikal akan melengkapi proyek Orang County yang diluncurkan perseroan pada akhir tahun lalu. Proyek Orange County sendiri merupakan proyek berkonsep mix used dengan high resk building yang akan dibangun di atas lahan seluas 322 hektar.

Dalam proyek ini, Lippo Cikarang akan membangun fasilitas seperti apartemen, hotel, dan ritel. "Saat ini kita sedang fokus dengan Orange County yang pengembangannya diperkirakan hingga 20 tahun. Pada  2014 baru 2 tower yg diluncurkan yaitu Irvine dan Westwood. Segera menyusul Pasadena dan tower lainnya pada tahun 2015," ujar Loh pada KONTAN Selasa (30/12) lalu.

Dalam proyek Orange County ini, Lippo CIkarang sudah menganggarkan dana investasi yang cukup besar. Loh menyebut, pihaknya akan menggelontorlan dana investasi sebesar Rp 250 triliun untuk membangun proyek seluas 322 hektar. Dana investasi tersebut akan bersumber seluruhnya dari kas internal perusahaan.

Sementara itu, untuk pembangunan rumah tapak akan berada di luar proyek Orange County. Sayangnya, untuk pembangunan rumah tapak ini, perseroan masih enggan menyebutkan dana investasinya. "Belanja modalnya belum kami anggarkan karena pembangunan kluster perumahan tapak dan hunian vertikal sifatnya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi,"ujar Loh.

Sekedar catatan, hingga kuartal III 2014, anak perusahaan Lippo Karawaci ini telah berhasil membukukan pendapatan mencapai sebesar Rp 1,32 triliun atau meningkat sekitar 50% dari pendapatan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 858,4 miliar. Pendapatan perusahaan berkode emiten LPCK ini pun mayoritas masih berasal dari penjualan tanah untuk industri dan komersial. Sedangkan laba periode berjalan perusahaan hingga 30 September tercatat mencapai sebesar Rp 680,21 miliar atau naik cukup tinggi sekitar 61% dari periode yang sama tahun lalu Rp 422,52

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×