kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Ini rekomendasi saham emiten minyak setelah kilang minyak Saudi Aramco diserang


Senin, 16 September 2019 / 20:09 WIB
Ini rekomendasi saham emiten minyak setelah kilang minyak Saudi Aramco diserang
ILUSTRASI. Ini rekomendasi saham emiten minyak setelah kilang minyak Saudi Aramco diserang


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serangan pesawat tanpa awak (drone) telah membakar dua fasilitas minyak utama yang dijalankan oleh perusahaan milik negara Arab Saudi.

Boleh dibilang, Aramco memegang peranan penting dalam produksi minyak Arab Saudi maupun dunia. Akibat ledakan ini, produksi Saudi Aramco terganggu 5,7 juta barel per hari. Jumlah ini setara dengan 50% dari total produksi minyak Arab Saudi dan 5% dari pasokan minyak dunia.

Baca Juga: Serangan kilang Saudi Aramco turut mendongkrak kenaikan harga gas alam

Harga minyak dunia pun sempat melonjak hampir 11%. Lantas, bagaimana pengaruh lonjakan harga minyak terhadap saham emiten minyak?

Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menilai, lonjakan harga minyak menjadi sentimen positif bagi emiten minyak sebut saja PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), hingga PT Energi Mega Persada (ENRG) .

Lebih lanjut, kenaikan harga minyak ini dapat meningkatkan kinerja masing-masing emiten. “Emiten minyak berpeluang kinerja akan jauh lebih baik dengan kenaikan harga minyak,” terang Sukarno ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (16/9).

Di sisi lain, Analis Jasa Capital Utama Sekuritas Chris Apriliony mengatakan, ada pula emiten yang dirugikan dengan kenaikan harga minyak ini, salah satunya adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Baca Juga: Situasi memanas, Iran: Rudal kami bisa menjangkau pangkalan dan kapal-kapal Amerika

Seperti yang diketahui, TPIA membutuhkan minyak bumi sebagai bahan baku produksinya. Sukarno bilang, Akibat dari kenaikan harga minyak ini maka beban produksi TPIA bakal membengkak.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×