kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Ini rekomendasi para analis untuk JSMR


Senin, 20 Januari 2014 / 18:01 WIB
ILUSTRASI. Area produksi PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) akan menaikkan tarif empat ruas jalan tol tahun ini. Ruas-ruas yang akan mengalami kenaikan tarif tersebut antara lain Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) seksi W1 yang naik pada bulan April, ruas Prof. Dr. Ir. Sedyatmo di bulan Agustus, Jakarta-Cikampek pada bulan Oktober, dan Bogor Ring Road yang masih tentatif.

Analis First Asia Capital, David Nathanael Sutyanto menilai, peningkatan tarif tol ini baik bagi pertumbuhan pendapatan JSMR. Namun sebaiknya, kenaikan tarif tersebut tak melebihi 10%. "Karena kalau terlalu tinggi bisa berpengaruh ke inflasi," ucapnya kepada KONTAN, Senin, (20/1).

David memperkirakan, pendapatan JSMR akan tumbuh sekitar 10% tahun ini. Kemudian, analis CIMB Securities, Erindra Krisnawan dalam risetnya 12 Desember 2013, memperkirakan bahwa pendapatan JSMR hanya akan naik tipis 1,2% menjadi Rp 9,62 triliun. Namun, labanya dapat melesat 43,3% ke posisi Rp 1,95 triliun.

Saham JSMR hari ini ditutup di harga Rp 5.350, naik 7% dibanding hari sebelumnya. David pun merekomendasikan beli. Serupa, Erindra memberi rekomendasi beli dengan target harga Rp 6.300.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×