kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Ini rekomendasi analis Kreshna Sekuritas dan Astronacci Sekuritas untuk saham ADHI


Senin, 01 April 2019 / 23:31 WIB


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI, anggota indeks Kompas100 ini) semakin menarik dilirik jika pemerintah benar-benar mempercepat pembayaran tahap ketiga untuk pembangunan proyek Lintas Rel Terpadu atau Light Rail Transit (LRT).

Bahkan, pada penutupan perdagangan hari ini (1/4) saham ADHI sukses ditutup pada zona hijau sebanyak 0,61% di level harga Rp 1.655. Di mana, jumlah net buy dari investor asing yang berhasil masuk Rp 246,10 juta di seluruh market.

Analis Kreshna Sekuritas Andreas Kristo mengungkapkan, saham ADHI memiliki prospek cukup baik di 2019. Apalagi, kabar mengenai percepatan pembayaran proyek dianggap bakal memberikan angin segar bagi emiten konstruksi tersebut.

"Tentu akan berdampak bagik bagi ADHI dalam menyelesaikan proyek LRT," kata Andreas kepada Kontan, Senin (1/4). Untuk itu, Kreshna Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham ADHI dengan target harga Rp 2.360.

Head of Research Astronacci Sekuritas Anthonius Edyson menilai, outlook saham ADHI hingga akhir tahun cenderung bullish. Bahkan, dia memperkirakan, saham emiten itu bisa tembus harga Rp 2.500 di tahun ini.

Asal tahu saja, kabarnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan berencana untuk mempercepat pencairan dana untuk pembayaran proyek LRT tersebut, usai menggelar rapat Senin (1/4).

Terkait hal tersebut, Anthonius menilai tidak akan mempengaruhi pergerakan harga saham ADHI secara signifikan. "Ini karena sudah priced in. Tapi investor masih bisa buy on weakness di area Rp 1.600 - Rp 1.700," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×