kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ini realisasi kinerja operasional Adaro Energy (ADRO) sepanjang 2019


Selasa, 18 Februari 2020 / 16:51 WIB
Ini realisasi kinerja operasional Adaro Energy (ADRO) sepanjang 2019
ILUSTRASI. Tahun ini, Adaro Energy (ADRO) menargetkan produksi batubara mencapai 54 juta ton-58 juta ton.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi kinerja operasional PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sepanjang 2019 melebihi target. Sepanjang 2019, produksi batubara emiten penghuni Indeks Kompas100 ini mencapai 58,03 juta ton atau 7% lebih tinggi daripada realisasi produksi tahun 2018.

Realisasi ini juga melampaui target produksi tahun 2019 yang ditetapkan yakni sebesar 54 juta ton- 56 juta ton. Produksi batubara Adaro tahun 2019 ini terdiri atas produksi dari dari PT Adaro Indonesia, Balangan Coal Companies dan Adaro MetCoal Companies.

Adaro Indonesia memproduksi 51,64 juta ton batubara sepanjang 2019 atau naik 7% secara tahunan. Balangan Coal Companies memproduksi 5 juta ton batubara atau naik 6% dari 4,70 juta ton dari produksi tahun 2018.

Sementara itu, produksi batubara Adaro MetCoal Companies mencapai 1,09 juta ton atau naik 7%. Produksi ini berasal dari kedua konsesi yakni Maruwai dan Lahai.

Baca Juga: Produksi batubara Adaro Energy (ADRO) mencapai 58,03 juta ton sepanjang 2019

Pengupasan lapisan penutup atau overburden removal mencapai 272,09 million bank cubic meter atau turun 1% secara year-on-year (yoy). Sehingga, rasio nisbah kupas gabungan ADRO tahun lalu mencapai 4,69 kali atau sedikit melampaui target yakni 4,56 kali.

Di sisi penjualan, ADRO berhasil menjual 59,18 juta ton batubara atau naik 9% secara year-on-year (yoy). Wilayah Asia Tenggara tetap menjadi tujuan penjualan utama dengan kontribusi 42% dari penjualan.

Sementara itu, wilayah Asia Timur (tidak termasuk China) menyerap 29% penjualan batubara Adaro Energy, disusul India (15%), China (12%), dan wilayah lainnya seperti Eropa, Selandia Baru, dan Pakistan sebesar 2%.

Sementara itu, produksi batubara ADRO pada kuartal IV mencapai 13,91 juta ton atau turun 8% dari realisasi periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penjualan batubara pada kuartal IV-2019 mencapai 14,52 juta ton atau turun 9% secara tahunan.

Baca Juga: Harga batubara turun, diversifikasi bisnis menopang Adaro Energy (ADRO)

Kenaikan kinerja operasional juga ditunjukkan oleh entitas usaha Adaro Energy yang lain. Di lini bisnis jasa, PT Saptaindra Sejati mencatat produksi kenaikan pengupasan lapisan penutup sebesar 230,99 juta bcm atau naik 5% secara yoy dan produksi batubara sebesar 49,15 juta ton, naik 10% secara yoy.

Di bidang logistik, ADRO melalui PT Maritim Barito Perkasa berhasil mencatatkan volume pengiriman batubara sebesar 51,24 juta ton atau naik 9% secara tahunan.

Dari lini bisnis energi, PT Tanjung Power Indonesia yang memiliki pembangkit listrik 2x100 megawatt (MW) di Tanjung, Kalimantan Selatan, sukses memulai operasi komersial atas unit keduanya berkapasitas 100 MW pada Desember 2019.

Baca Juga: Adaro Energy (ADRO) Menuntaskan Proyek PLTU

Sementara di lini bisnis jasa penyedia air, PT Adaro Tirta Mandiri dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI), penghuni Indeks Kompas100 mendirikan PT Dumai Tirta Persada.

Dumai Tirta Persada telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk fasilitas pengolahan air di Dumai, Riau. Proyek ini diperkirakan dapat memproduksi sampai 450 liter per detik dengan biaya sekitar Rp 400 miliar di bawah skema build, own, operate and transfer ke PDAM. Operasional dari proyek ini ditargetkan dimulai pada akhir 2020.

Tahun ini, ADRO menargetkan produksi batubara mencapai 54 juta ton-58 juta ton. Sementara rasio nisbah kupas ditargetkan sebesar 4,30 kali.




TERBARU

Close [X]
×