kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini Penyebab Laba Bersih Astra International (ASII) Turun Walau Pendapatan Naik


Jumat, 28 Juli 2023 / 21:07 WIB
Ini Penyebab Laba Bersih Astra International (ASII) Turun Walau Pendapatan Naik
ILUSTRASI. Laga bersih PT Astra International Tbk (ASII) turun tipis di semester I-2023


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten konglomerasi, PT Astra International Tbk (ASII) harus rela laba bersihnya tergerus akibat penyesuaian nilai wajar investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Menilik laporan keuangan per 30 Juni 2023, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ASII mencapai Rp 17,44 triliun. Raihan tersebut turun 3,98% YoY dari Rp 18,17 triliun pada semester I-2022.

Angka tersebut telah memperhitungkan penyesuaian nilai wajar investasi Astra di GOTO dan HEAL sebesar Rp 130 miliar. Pasalnya pada semester I-2022, nilai wajar atas investasi di kedua entitas itu mencapai Rp 3,7 triliun.

Jika mengabaikan perubahan nilai wajar investasi di GOTO dan HEAL, maka laba bersih Astra mencapai Rp 17,3 triliun. Itu artinya meningkat 20% ketika dibanding semester I-2022.

Baca Juga: Laba Bersih Astra (ASII) Turun 4% Jadi Rp 17,44 Triliun pada Semester I-2023

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro mengatakan ASII kinerja yang cukup baik pada semester pertama tahun 2023, didukung oleh kinerja yang lebih baik dari hampir seluruh divisi bisnis.

"Meskipun situasi perekonomian global masih menimbulkan sejumlah tantangan, kami percaya kinerja Grup untuk sisa tahun ini akan tetap baik," tutur dia dalam keterangannya, Jumat (28/7).

Memang hampir seluruh lini bisnis Grup Astra mencatatkan pertumbuhan kinerja. Kecuali segmen agribisnis, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan segmen properti.

Sepanjang periode Januari–Juni 2023, Astra membukukan pendapatan bersih senilai Rp 162,39 triliun. Itu tumbuh 13,01% secara tahunan dari Rp 143,69 triliun per 30 Juni 2022.

Rinciannya, dari segmen otomotif tumbuh 18,23% menjadi Rp 65,72 triliun. Segmen jasa keuangan naik 9,87% secara tahunan menjadi Rp 14,25 triliun.

 

Segmen alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi tercatat naik 13,96% YoY menjadi Rp 68,67 triliun. Segmen agribisnis terpantau turun 14,35%.

Kemudian pendapatan dari segmen infrastruktur dan logistik tumbuh dari Rp 3,68 triliun menjadi Rp 4,4 triliun. Segmen teknologi informasi naik 6,57% secara.

Terakhir, segmen properti turun 22,83% YoY menuju Rp 419 miliar. Dus, total eliminasi Grup Astra sepanjang semester I-2023 mencapai Rp 1,78 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×