kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Ini penyebab anjloknya kinerja indeks sektor manufaktur sejak awal tahun


Minggu, 22 Desember 2019 / 17:46 WIB
ILUSTRASI. Indeks sektor manufaktur (manufacturing) belum mampu menunjukkan kinerja yang prima. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yudho Winarto

Di sisi lain, Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai, salah satu penyebab buruknya kinerja indeks sektor manufaktur adalah dua saham emiten rokok yakni GGRM dan HMSP. Sebab, kedua emiten ini menyumbang bobot yang cukup besar terhadap indeks.

Turunnya harga saham UNVR dan saham PT Indofarma Tbk (INAF) juga turut menjadi biang keladi anjloknya kinerja indeks sektor manufaktur.

Khusus untuk HMSP dan GGRM, selain akibat sentimen kenaikan cukai rokok tahun depan, harga keduanya juga turun akibat adanya penyesuaian bobot terhadap IHSG.

“Alasan yang lebih signfikan adalah perubahan bobot emiten tersebut terhadap IHSG karena memperhitungkan floating atau formula baru. Sehingga, ada pengurangan dari bobot portofolio para fund manajer,” terang Aria,  Minggu (22/12).

Selain itu, Aria menilai lesunya penjualan kendaraan dalam negeri juga turut melemahkan kinerja indeks ini.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama Januari-November 2019, penjualan mobil nasional mencapai 940.362 unit atau turun 11,57% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1,06 juta unit mobil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×