kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Ini penyebab anjloknya kinerja indeks sektor manufaktur sejak awal tahun


Minggu, 22 Desember 2019 / 17:46 WIB
ILUSTRASI. Indeks sektor manufaktur (manufacturing) belum mampu menunjukkan kinerja yang prima. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yudho Winarto

Di sisi lain, Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai, salah satu penyebab buruknya kinerja indeks sektor manufaktur adalah dua saham emiten rokok yakni GGRM dan HMSP. Sebab, kedua emiten ini menyumbang bobot yang cukup besar terhadap indeks.

Turunnya harga saham UNVR dan saham PT Indofarma Tbk (INAF) juga turut menjadi biang keladi anjloknya kinerja indeks sektor manufaktur.

Khusus untuk HMSP dan GGRM, selain akibat sentimen kenaikan cukai rokok tahun depan, harga keduanya juga turun akibat adanya penyesuaian bobot terhadap IHSG.

“Alasan yang lebih signfikan adalah perubahan bobot emiten tersebut terhadap IHSG karena memperhitungkan floating atau formula baru. Sehingga, ada pengurangan dari bobot portofolio para fund manajer,” terang Aria,  Minggu (22/12).

Selain itu, Aria menilai lesunya penjualan kendaraan dalam negeri juga turut melemahkan kinerja indeks ini.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama Januari-November 2019, penjualan mobil nasional mencapai 940.362 unit atau turun 11,57% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1,06 juta unit mobil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×