kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ini kata analis soal harga batubara yang bertahan di level tertinggi


Sabtu, 21 Desember 2019 / 21:25 WIB
Ini kata analis soal harga batubara yang bertahan di level tertinggi

Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas batubara bertahan di rentang US$ 67 per ton dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah analis menilai harga tersebut merupakan level tertinggi batubara saat ini. Analis menilai kemungkinan ada koreksi. 

Mengutip bloomberg, harga batubara ICE New Coal tidak bergerak jauh dari kisaran US$ 67.00 per ton, kemarin harga batu bara berada di kisaran US$ 67.40.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, harga batubara saat ini yang berada di kisaran US$ 67.00 sudah mencapai harga tertinggi batubara untuk tahun ini. Ia menilai koreksi akan terjadi seiring dengan harga batubara yang terus menanjak menguat.

Baca Juga: ABM Investama (ABMM) tambah modal kerja US$ 50 juta dari Bank OCBC NISP

"Ya kemungkinan besar itu level tertingginya. Bisa saja minggu depan karena pasar tinggal dua sampai tiga hari kerja efektif kemungkinan besar di perdagangan minggu depan akan terjadi koreksi," tutur Ibrahim kepada Kontan.co.id, Jumat (20/12).

Melonjaknya harga batubara saat ini dipengaruhi oleh beragam faktor. Salah satunya karena kondisi iklim yang mulai memasuki musim dingin yang ekstream sehingga membutuhkan bahan bakar alternatif dari batu bara cukup tinggi.

Faktor lain, transportasi yang akan terhambat selama musim dingin terutama jalur laut yang kemungkinan membeku juga menjadi dorongan tambahan bagi penguatan harga batubara.

Baca Juga: Kajian soal lingkungan calon ibu kota baru rampung akhir tahun 2019

Berita terkait kelanjutan perang dagang tidak lupa juga turut jadi sentimen penguat harga batubara. Kesepakatan perang dagang tahap pertama antara AS-China yang dikabarkan akan ditandatangani awal Januari menyebabkan permintaan import batu bara cukup tinggi.




TERBARU

Close [X]
×