kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.534   34,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini gambaran singkat pergerakan IHSG sesi II


Rabu, 02 Juli 2014 / 13:31 WIB
ILUSTRASI. Teknik Dasar Memotong Sayuran Brunnoise (Youtube/French Cooking Academy)


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh zona merah di semenit terakhir sebelum jeda siang perdagangan hari ini (2/7). Indeks melemah 0,03% atau 1,25 poin, dan ditutup sementara di posisi 4.883,57.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menjelaskan, untuk sesi kedua nanti posisi support IHSG ada di kisaran 4.871. Menurutnya, indeks tengah mengambil nafas sesaat untuk melanjutkan kenaikannya.

Kendati ada pelemahan, namun arus inflow masih tetap masuk. "Jadi, IHSG harus mampu menembus resistance 4.903 untuk mengukuhkan kekuatan naiknya," tambah William.

Sesi kedua, dia merekomendasikan saham MAPI, AKRA, ROTI, SAME, ASII, ADRO, INDF, BBCA, BBNI, dan BBTN.

David Sutyanto, analis First Asia Capital bilang, indeks hari ini pada dasarnya memiliki peluang untuk ditutup diatas 4.900. Selain didorong oleh sentimen positif dalam negeri yang lebih banyak, IHSG juga terimbas pengaruh positif dari bursa global.

Menurut David, support IHSG saat ini ada di level 4.840. Adapun target resistance terdekat adalah 4.920.

"Akan tetapi ketidakpastian menjelang pilpres akan membuat IHSG bergerak volatil," ujar David. Jadi, trading jangka pendek disarankan untuk antisipasi perubahan sentimen mendadak yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×