kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.795   100,38   1,76%
  • KOMPAS100 753   18,16   2,47%
  • LQ45 571   14,12   2,54%
  • ISSI 200   1,91   0,96%
  • IDX30 323   7,52   2,38%
  • IDXHIDIV20 397   8,10   2,08%
  • IDX80 85   1,96   2,35%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 104   1,95   1,91%

Ini empat SUN acuan tahun 2016


Senin, 04 Januari 2016 / 20:03 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pergantian tahun juga diiringi dengan perubahan Surat Utang Negara (SUN) seri acuan alias benchmark.

Situs Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat, ada empat seri SUN benchmark untuk tahun 2016.

Pertama, seri FR0053 dengan kupon 8,25% yang jatuh tempo pada 15 Juli 2021. Kedua, seri FR0056 dengan kupon 8,375% yang kadaluarsa pada 15 September 2026.

Ketiga, seri FR0073 dengan kupon 8,75% yang tenggat waktunya 15 Mei 2031. Keempat, seri FR0072 dengan kupon 8,25% yang jatuh tempo pada 15 Mei 2036.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko nomor KEP-1/PR/2016 tentang Surat Utang Negara Seri Benchmark Tahun 2016.

“Ditetapkan setelah mempertimbangkan hasil analisis terhadap likuiditas, jumlah outstanding, kupon masing-masing seri dan masukan pelaku pasar,” ujar Direktur DJPPR Robert Pakpahan.

Keputusan tersebut mulai berlaku sejak 4 Januari 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×