kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ini alasan IPO Panin Syariah tak terserap penuh


Rabu, 15 Januari 2014 / 17:28 WIB
Ini alasan IPO Panin Syariah tak terserap penuh
ILUSTRASI. Di momen peringatan Hari Anak Nasional 2021, Frisian Flag Indonesia (FFI) menghadirkan rangkaian produk Frisian Flag Milky.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT Bank Panin Syariah Tbk (PNBS) baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari perhelatan Initial Public Offering (IPO) tersebut, PNBS mengincar dana segar Rp 600 miliar. Namun ternyata, yang terserap pasar cuma Rp 475 miliar.

Analis Reliance Securities Hansen Teguh menilai bahwa tak terserapnya penawaran saham perdana PNBS itu dikarenakan investor yang cenderung menghindari saham perbankan untuk sementara ini.

"Suku bunga acuan yang menjadi 7,5% itu salah satu penyebabnya. Inflasi pun diprediksi tinggi," sebutnya, kepada KONTAN, Rabu, (15/1).

Padahal, harga saham PNBS terbilang murah. Berdasarkan laporan keuangan 30 September 2013, Hansen melihat Price Book Value (PBV) PNBS yaitu sekitar 2 kali.

Bahkan, perseroan menargetkan PBV di posisi 1 kali sampai 1,1 kali pada tahun ini. Hansen menyebut, ini berada di bawah rata-rata PBV sektor finansial yakni sekitar 2,2 kali.

Jika menengok fundamental PNBS, Hansen pun melihat kondisi bank syariah yang pertama melantai di bursa itu sebenarnya bagus. Ia merasa, semestinya PBV emiten ini bisa meningkat 2 kali lipat dengan penambahan ekuitas dari dana hasil IPO.

Saham perdana PNBS dibuka stagnan di harga 100. Kemudian saat penutupan pasar hari ini, saham PNBS tutup melorot 3% ke harga 97. Meski begitu, Hansen merekomendasikan beli dengan target harga 200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×