kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Inflasi China dan aksi IMF membuat bursa Asia tertekan di sepanjang minggu lalu


Sabtu, 16 April 2011 / 14:10 WIB
ILUSTRASI. Pembeli memilih telur ayam ras di salah satu stan di Pasar Tambah Rejo, Surabaya, Jawa Timur


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia mendapat tekanan sepanjang minggu ini. sejumlah sentimen seperti melejitnya tingkat inflasi China dibanding prediksi dan pemangkasan pertumbuhan ekonomi AS dan Jepang oleh International Monetary Fund (IMF) membuat bursa Asia tersengat.

Itu sebabnya, indeks MSCI Asia Pacific di sepanjang minggu ini melorot 0,5% menjadi 135,82. Padahal, pada tiga minggu sebelumnya, bursa Asia selalu mencatatkan kenaikan akibat data tingkat pengangguran AS yang turun ke level terendah dalam dua tahun serta dibukanya kembali sejumlah manufaktur di Jepang pasca gempa dan tsunami.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hongkong turun 1,6%, Shanghai Composite Index China naik 0,7%, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,8%, dan indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 1,8%.

Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia di antaranya: China Resources Land Ltd yang turun 6,7% di Hongkong, Rio Tinto Group turun 2,4% di Sydney, James Hardie Industries SE turun 3,6% di AS, dan Toyota Motor Corp yang turun 3% di Jepang.

"Sentimen investor kembali melorot karena ketidakpastian di pasar sepertinya masih akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Ada kecemasan bagaimana gangguan suplai suku cadang dari Jepang akan berdampak negatif pada perekonomian," jelas Ikuo Mitsui, analis Vivace Management Co.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×