kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

INDY siapkan belanja modal US$ 40,7 juta


Senin, 25 April 2016 / 00:56 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) menyiapkan belanja modal sebesar US$ 40,7 juta pada tahun ini. Nilai belanja modal itu lebih kecil dari realisasi belanja modal pada tahun lalu yang sebesar US$ 58,7 juta.

Penurunan harga batubara memang membuat INDY sedikit menahan ekspansi sejak tahun lalu. Hal ini terlihat dari serapan anggaran belanja modal tahun lalu yang sebesar 85,9% dari alokasi anggaran awal yang senilai US$ 68,6 juta.

Porsi belanja modal paling besar tetap akan disalurkan untuk anak usaha yang menggarap bisnis kontraktor batubara dan konstruksi pertambangan, PT Petrosea Tbk (PTRO). Belanja modal khusus PTRO mencapai US$ 27,4 juta.

Tahun ini, Petrosea banyak berharap bisa memperoleh tambahan pendapatan dari bisnis di luar penambangan batubara, seperti jasa minyak dan gas, rekayasa, dan konstruksi.

Lalu, perusahaan transportasi dan logistik batubara terintegrasi, PT Mitrabahtera Sagara Sejati (MBSS) mendapat alokasi US$ 6,1 juta. Sementara produsen batuibara Kideco Jaya Agung mendapat alokasi belanja US$ 2,7 juta, dan untuk INDY sendiri sebesar US$ 4,7 juta.

Perseroan berharap volume batubara Kideco bisa mencapai 32 juta ton. Jumlah ini turun dibandingkan realisasi tahun 2015 lalu yang sebesar 39,8 juta ton.

Per akhir tahun lalu, perseroan masih memiliki utang obligasi senilai US$ 671,4 juta yang terdiri atas senior notes sebesar US$ 171,4 juta, dan jatuh tempo pada 2018 mendatang, dan senior notes US$ 500 juta yang jatuh tempo tahun 2023.

"Pada Desember 2015, perseroan berhasil menyelesaikan pembelian kembali sebagian obligasi tahun 2018 bernilai pokok US$ 126,6 juta dengan harga beli sekitar US$ 77,1 juta," ujar manajemen INDY dalam materi paparan publik INDY, Jumat (22/4). Sementara saldo kas perseroan saat ini sebesar US$ 339,4 juta.

Sepanjang tahun lalu, perseroan mencetak pendapatan sebesar US$ 1 miliar atau turun 1,1% dibandingkan tahun 2014. Pada periode itu, INDY masih membukukan kerugian sebesar US$ 44,5 juta.

Belum lama ini, Moody's menurunkan peringkat INDY menjadi Caa1 dari B3. Moody's juga menurunkan peringkat dua obligasi INDY menjadi Caa1. Outlook rating tersebut negatif.

Penurunan peringkat ini mencerminkan utang perseroan yang besar, dan industri pertambangan global diperkirakan belum pulih. Sehingga, akan mempengaruhi arus kas perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×