kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Indosurya: Investor wait and see data inflasi, kenaikan indeks tertahan


Selasa, 31 Mei 2011 / 08:12 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta Timur, Senin (6/4).


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dalam hasil riset hariannya, Indosurya Asset Management memprediksi, pada perdagangan Selasa (31/5) diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 3.800-3.814 dan resistance 3.837-3.848.

Meski candle IHSG secara perlahan mulai menapaki penguatannya, namun, mulai tertahan dimana sebelumnya membentuk hanging man dan kemarin membentuk negative spinning tops. "Umumnya pola ini mengggambarkan kekuatan daya beli yang mulai terbatas untuk mendorong harga lebih tinggi lagi. Sementara kekuatan daya jual mulai menekan harga," jelas Reza Priyambada, Managing Research Indosurya.

Dia menambahkan, MACD tertahan untuk membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic reversal tertahan untuk melanjutkan penguatan menuju area overbought. Kenaikan IHSG terlihat tertahan dimana investor masih wait and see terkait data inflasi dari BPS yang akan segera dirilis.

"Meski diekspektasikan masih deflasi namun, investor lebih memilih menunggu rilis resminya. Investor tetap mewaspadai bila mulai ada sinyal penurunan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×