kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,37   4,64   0.67%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Indosat (ISAT) meraup pendapatan Rp 26,12 triliun, bisnis seluler jadi penopang


Senin, 24 Februari 2020 / 20:11 WIB
Indosat (ISAT) meraup pendapatan Rp 26,12 triliun, bisnis seluler jadi penopang
ILUSTRASI. Direktur Utama Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama. Pendapatan seluler Indosat (ISAT) tahun lalu mencpaai Rp 20,67 triliun.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan pendapatan Rp 26,12 triliun pada 2019. Jumlah ini naik 12,87% secara tahunan dari pendapatan 2018 yang sebesar Rp 23,14 triliun.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama mengatakan, pencapaian ISAT ini didorong oleh investasi Indosat Ooredoo dalam meningkatkan cakupan dan kinerja jaringan 4G. "Langkah-langkah ini berkontribusi terhadap peningkatan basis pelanggan dan volume trafik data perusahaan,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (24/2).

Memang, pelanggan seluler ISAT sepanjang 2019 bertambah 1,2 juta pelanggan menjadi 59,3 juta pelanggan. Rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU) juga naik, dari Rp 18.700 menjadi Rp 27.900. Pertumbuhan ARPU ini terutama disebabkan oleh trafik data yang meningkat 71,6% year on year (yoy).

Baca Juga: Indosat (ISAT) cetak untung Rp 1,57 triliun di tahun lalu setelah merugi di 2018

Alhasil, bisnis seluler mencatatkan kenaikan pendapatan paling tinggi, yakni 14,69% yoy, dari Rp 18,03 triliun menjadi Rp 20,67 triliun. Segmen bisnis ini juga menjadi kontributor pendapatan terbesar ISAT, yakni mencakup 79,16%.

Dalam hal operasional, sepanjang tahun lalu, ISAT berhasil menambah 49.218 base transceiver station (BTS). Dengan begitu, per akhir 2019, ISAT mengoperasikan sebanyak 124.144 BTS.

Dari jumlah tersebut, sebesar 38,7% atau sebanyak 48.048 adalah BTS 4G. "Indosat Ooredoo berhasil melaksanakan penggelaran jaringan 4G secara intensif, mengembangkan cakupan populasi 4G dari hanya sebesar 44% pada akhir tahun 2017 hingga mencapai hampir 90% di tahun 2019," kata Ahmad.

Baca Juga: Indosat (ISAT) PHK 677 karyawan, begini pendapat analis

Pada tahun 2020, ISAT memasang arahan pertumbuhan pendapatan sesuai dengan tingkat pertumbuhan pasar. Perusahaan ini juga menargetkan margin EBITDA dapat berada pada kuadran persentase 30% atas serta mengalokasikan belanja modal antara Rp 8,5 triliun-Rp 9,5 triliun.




TERBARU

Close [X]
×