kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Indosat Andalkan Bisnis Telko untuk Pacu Ekspansi AI


Rabu, 28 Oktober 2026 / 19:55 WIB
Indosat Andalkan Bisnis Telko untuk Pacu Ekspansi AI
ILUSTRASI. Dok. Indosat


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Indah Sulistyorini

KONTAN.CO.ID - Jakarta, 28 Oktober 2026 – PT Indosat Tbk. (Indosat/IOH) mengandalkan penguatan bisnis telekomunikasi untuk mempercepat ekspansi bisnis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Indosat membukukan pendapatan Rp45,8 triliun, tumbuh 11% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,2% menjadi Rp4,9 triliun. Di saat yang sama, bisnis AI Cloud mulai berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan.

Indosat mencatatkan EBITDA sebesar Rp21,1 triliun pada periode tersebut. Kinerja ini memperkuat fondasi keuangan perusahaan untuk mengembangkan bisnis baru, terutama layanan AI dan komputasi awan (cloud computing), di tengah meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap infrastruktur digital.

Strategi ini menjadi bagian dari transformasi Indosat menuju perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI TechCo. Perusahaan mempertahankan bisnis konektivitas sebagai penggerak utama, sekaligus memanfaatkan kapabilitas jaringan dan infrastruktur digital untuk memperluas layanan bernilai tambah.

Untuk menopang keberlanjutan pertumbuhan tersebut, Indosat terus berinvestasi dalam peningkatan kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, dan pengembangan kapabilitas 5G. Penguatan infrastruktur ini sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan layanan digital dan AI.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bahwa penguatan bisnis inti tetap menjadi prioritas perusahaan, sekaligus memungkinkan Indosat berinvestasi pada peluang pertumbuhan berikutnya.

“Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya. Investasi kami di bidang AI kini mulai menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata,” ujar Vikram.

Bisnis AI bernilai Ratusan Juta Dolar

Di samping bisnis konektivitas yang moncer, Indosat terus memperbesar kontribusi bisnis AI. Pendapatan Solusi Indosat AI Cloud mencapai US$50 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026, melampaui pendapatan US$28 juta yang dibukukan sepanjang 2025.

Indosat menargetkan pendapatan AI Cloud mencapai US$100 juta hingga akhir 2026, meningkat dari US$50 juta yang dibukukan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Prospek pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur komputasi dan solusi AI. Selain itu, Indosat menyebut memiliki pipeline kontrak AI Cloud senilai lebih dari US$300 juta serta terus mengembangkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan dengan F5 untuk memperluas layanan AI bagi segmen korporasi.

Perkembangan ini menandai upaya Indosat mengubah investasi teknologi menjadi sumber pendapatan komersial. Dengan demikian, AI tidak hanya berperan dalam meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan pada bisnis telekomunikasi, tetapi juga dikembangkan sebagai lini usaha baru.

Bangun Infrastruktur untuk Pasar AI Regional

Untuk mendukung ekspansi tersebut, Indosat memanfaatkan jaringan fiber sepanjang 86.000-kilometer melalui RAIA Grid. Infrastruktur ini menjadi salah satu fondasi untuk menghubungkan kapasitas komputasi dengan kebutuhan penerapan AI di berbagai sektor industri.

Indosat juga mengembangkan infrastruktur AI melalui Zankore by Indosat, dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW). Pengembangan ini ditujukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan komputasi, seiring semakin luasnya penggunaan AI oleh perusahaan.

Dengan menggabungkan jaringan, infrastruktur digital, dan solusi AI, perusahaan membidik kebutuhan bisnis yang semakin kompleks di Indonesia maupun pasar regional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×