kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -23.000   -1,35%
  • USD/IDR 16.265   95,00   0,58%
  • IDX 6.638   24,89   0,38%
  • KOMPAS100 989   6,52   0,66%
  • LQ45 772   2,68   0,35%
  • ISSI 204   1,51   0,74%
  • IDX30 401   1,74   0,43%
  • IDXHIDIV20 484   3,14   0,65%
  • IDX80 112   0,84   0,75%
  • IDXV30 118   1,00   0,85%
  • IDXQ30 132   0,57   0,44%

Indodax Caratkan Kinerja Positif, Transaksi Capai Rp 16,01 Triliun per Januari 2025


Jumat, 14 Februari 2025 / 20:23 WIB
Indodax Caratkan Kinerja Positif, Transaksi Capai Rp 16,01 Triliun per Januari 2025
ILUSTRASI. Indodax, sebuah startup crypto exchange


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT. Indodax Nasional Indonesia (Indodax) mencatatkan kinerja yang positif di awal tahun ini. Di mana, per Januari 2025, transaksi Indodax telah mencapai Rp 16,01 triliun. 

“Angka ini mengalami lonjakan signifikan sebesar 185,23% dibandingkan Januari 2024 yang tercatat sebesar Rp 5,61 triliun,” kata CEO Indodax, Oscar Darmawan kepada Kontan, Selasa (11/2). 

Oscar mengatakan bahwa kenaikan ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap aset kripto serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap platform perdagangan aset digital di Indonesia di awal tahun ini, dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Indodax Sebut Peralihan Pengawasan Aset Kripto ke OJK Berdampak Positif pada Kinerja

Oscar menyebutkan, faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini antara lain adopsi aset kripto yang semakin luas, tren kenaikan harga Bitcoin dan aset digital lainnya, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi investasi di industri kripto. 

“Tentu dengan regulasi yang semakin jelas di bawah pengawasan OJK, kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut sepanjang 2025,” kata dia. 

Sementara itu, terkait dengan target pertumbuhan transaksi dan jumlah investor di 2025, Oscar menuturkan bahwa Indodax memperkirakan industri kripto di Indonesia akan terus berkembang, meskipun OJK belum memberikan proyeksi angka yang spesifik untuk tahun 2025. 

“Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, proyeksi pertumbuhan aset kripto sangat bergantung pada dinamika pasar global, perkembangan teknologi, dan preferensi publik,” ungkapnya. 

Namun, melihat data yang ada, Oscar tetap optimistis bahwa industri ini akan terus menunjukkan pertumbuhan. 

Baca Juga: Industri Kripto di 2025 Diperkirakan Tumbuh, Ini Faktor Pendorongnya

Terlebih, Oscar bilang, pada 2024, jumlah investor kripto meningkat sebesar 23,77% secara YoY, mencapai 22,91 juta, dan nilai transaksi aset kripto tercatat melonjak 335,91% YoY menjadi Rp 650,61 triliun. Menurutnya, tren ini menunjukkan minat terhadap aset kripto di Indonesia semakin kuat. 

“Dan kami yakin Indodax akan terus menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut. Kami akan terus berfokus pada peningkatan layanan, edukasi, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku untuk mendukung pertumbuhan ini sepanjang 2025,” imbuhnya. 

Sementara itu, Oscar mengatakan untuk menjaga dan meningkatkan kinerja perusahaan di 2025, Indodax akan menerapkan beberapa strategi utama yang berfokus pada kepatuhan regulasi, penguatan teknologi, diversifikasi produk, peningkatan literasi kripto, serta kemudahan akses dan layanan pelanggan. 

“Sebagai platform perdagangan aset kripto yang beroperasi di Indonesia, kami berkomitmen untuk menyesuaikan operasional dengan regulasi yang diterapkan oleh OJK. Dengan mengikuti ketentuan yang berlaku, kami dapat memastikan bisnis berjalan dengan lancar sekaligus memberikan keamanan lebih bagi para pengguna,” imbuhnya. 

Tak hanya itu, Indodax juga akan meningkatkan keamanan aset digital,  sehingga perusahaan akan terus mengembangkan infrastruktur teknologi agar transaksi semakin cepat, aman, dan nyaman. 

“Selanjutnya, di tahun ini kami juga berupaya memperluas pilihan investasi bagi pengguna dengan menambahkan aset kripto baru yang telah melalui proses seleksi ketat,” kata dia. 

Ia menerangkan, diversifikasi produk tersebut bertujuan untuk memberikan lebih banyak peluang investasi yang potensial, sekaligus mengeksplorasi fitur-fitur baru guna meningkatkan pengalaman pengguna dalam berinvestasi.

Baca Juga: Ketidakpastian Global Tinggi, Koin Kripto Apa yang Paling Menarik?

Selanjutnya: Freeport Terpaksa Pangkas Kapasitas Produksi Menjadi 60% Gara-gara Larangan Ekspor

Menarik Dibaca: KAI Luncurkan KA Perintis Cut Meutia di Aceh, Tarif Rp 2.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×