kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Indocement masih dibayangi oversupply dan persaingan sengit

Rabu, 14 Februari 2018 / 19:07 WIB

Indocement masih dibayangi oversupply dan persaingan sengit
ILUSTRASI. Semen Indocement (INTP)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kelebihan pasokan dan persaingan yang ketat diproyeksikan masih menjadi tantangan industri semen pada tahun ini.

Anugerah Zamzani Nasr, analis Phillip Sekuritas Indonesia memproyeksikan, kelebihan pasokan semen dan persaingan antar produsen semen masih terjadi. Hal ini membuat pangsa pasar INTP berangsur turun dari tahun ke tahun, hingga tahun lalu hanya sebesar 25,3%.


"INTP kena hit paling lumayan, karena pangsa pasar besarnya di daerah Jawa saja," kata Anugerah, Rabu (14/2).

Untuk harga batubara, Anugerah memproyeksikan, sentimen kenaikan harga batubara yang bisa membebani biaya operasional INTP akan lebih mereda. Sentimen positifnya datang dari World Bank yang memproyeksikan secara rata-rata harga batubara di tahun ini sebesar US$ 70 per metrik ton.

Anugerah memproyeksikan pada akhir tahun ini, INTP bisa mencatatkan pendapatan sebesar Rp 15,40 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 2,24 triliun. Lantaran valuasi saham INTP sudah cukup mahal, ia merekomendasikan sell saham INTP dengan target harga Rp 19.800 per saham.

Sementara, Nyoman W. Prabawaa, analis BCA Sekuritas merekomendasikan hold dengan target harga Rp 21.000. Pertimbangannya,  kondisi bisnis tahun ini masih penuh tantangan, seperti average selling price (ASP) yang menurun dan harga batubara yang lebih tinggi.

Nyoman memproyeksikan, INTP akan terus menerapkan disiplin biaya produksi pada tahun ini melalui pabrik berteknologi tinggi dan pabrik terminal di Sumatra Utara untuk menghemat biaya logistik. Hal ini bisa menjadi bantalan INTP untuk meminimalkan dampak dari volatilitas harga energi.

Seiring dengan ketatnya persaingan di industri semen, INTP akan fokus pada perluasan bisnis hulu sebagai penjual clicker dengan margin yang lebih tinggi. "Kami masih merekomendasikan hold INTP, karena perusahaan akan menerima manfaat terbesar dari kenaikan permintaan semen dari sektor properti di tahun ini," kata Nyoman dalam riset 9 Februari 2018.

 


Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Dupla Kartini

REKOMENDASI SAHAM

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0480 || diagnostic_web = 0.2755

Close [X]
×