kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Indocement (INTP) proyeksikan permintaan semen tumbuh 4%-5% pada tahun depan


Kamis, 18 November 2021 / 16:31 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (25/10/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

Namun, kebijakan domestic market obligation (DMO) sebesar US$ 90 per metrik ton dinilai dapat membantu industri semen menstabilkan biaya produksi di tengah harga batubara yang fluktuatif.

Dalam risetnya, Rabu (17/11), analis BRIDanareksa Sekuritas Maria Renata memperkirakan volume penjualan INTP di tahun ini akan tumbuh sebesar 3,5% yoy menjadi 16,8 juta ton. 

Oleh karena itu, untuk memenuhi target tersebut, penjualan bulanan INTP perlu mencapai 1,61 juta ton di sisa tahun ini. Proyeksi tersebut sejalan dengan histori penjualan semen yang berada di rentang 1,5 juta ton - 1,7 juta ton.

Maria mempertahankan rekomendasi beli saham INTP dengan target harga Rp 15.300. Rudy juga menyematkan rekomendasi beli saham INTP dengan target harga Rp 14.000. 

Selanjutnya: Kinerja masih akan bertumbuh, ini rekomendasi saham Erajaya Swasembada (ERAA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×