kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Indikator teknikal masih beri sinyal pelemahan tembaga


Rabu, 21 Maret 2018 / 18:46 WIB
ILUSTRASI. Tembaga copper


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Koreksi harga tembaga sepertinya masih akan bertahan hingga Kamis (22/3). Selain dilingkupi sentimen negatif, mayoritas indikator teknikal juga memberi sinyal pelemahan. Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk menaikkan suku bunga acuannya pasti akan melemahkan harga komoditas termasuk tembaga.

Andri Hardianto, Analis PT Asia Tradepoint Futures melihat sekarang ini secara jangka pendek dan jangka menengah harga sudah berada di bawah garis moving average (MA) 50 dan MA 100 yang mengindikasikan pelemahan. Hanya saja, untuk jangka panjang harganya masih berpotensi menguat karena berada diatas garis MA 200.

Indikator moving average convergence divergence (MACD) masih berada di area negatif 61,3. Indikator stochastic di level 39,3. Kemudian indikator relatif strength index (RSI) di level 35,7.

“Kemungkinan Kamis (22/3) melemah di kisaran US$ 6.700 – US$ 6.750 per metrik ton,” paparnya.

Namun meski begitu untuk sepekan berikutnya, Andri melihat adanya peluang harga kembali menguat. Setelah melemah dalam lima hari berturut-turut diperkirakan tembaga bisa kembali ke kisaran US$ 6.660 – US$ 6.800 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×