kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Indika Energy (INDY) kantongi utang US$ 150 juta untuk pembelian kembali obligasi


Rabu, 17 Juli 2019 / 20:29 WIB
Indika Energy (INDY) kantongi utang US$ 150 juta untuk pembelian kembali obligasi

Berita Terkait

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) mengantongi fasilitas pinjaman senilai US$ 150 juta dari beberapa bank. Indika akan menggunakan utang baru ini untuk membeli kembali sebagian (partial redemption) Obligasi V yang diterbitkan pada tahun 2013 dengan jumlah pokok US$ 500 juta dan kupon 6,375%.

Sekretaris Perusahaan INDY Adi Pramono mengungkapkan bahwa penandatanganan fasilitas pinjaman ini dilakukan Indika bersama dengan anak-anak usaha, yakni PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Engineers and Constructors, PT Tripatra Engineering, dan Tripatra (Singapore) Pte Ltd sebagai para penanggung awal. Sedangkan pinjaman ini berasal dari Standard Chartered Bank (Singapore) Limited, Citibank NA Jakarta Branch, dan PT Bank Mandiri Tbk  sebagai arranger dan pemberi pinjaman. 


"Indika melalui anak perusahaan, yaitu Indo Energy Finance II BV telah menerbitkan pemberitahuan pembelian kembali sebagian surat utang kepada seluruh pemegang Obligasi V pada 17 Juli 2019," ungkap Adi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (17/7). 

Adi menambahkan bahwa INDY akan membeli kembali sebagian Obligasi V sejumlah US$ 215 juta pada tanggal 16 Agustus 2019. "Berdasarkan ketentuan pasar 3.02 Indenture terkait Obligasi V dengan harga penebusan sebesar 102,125% plus bunga akrual dan belum dibayar terhitung sampai tanggal penebusan," ungkap Adi.

Pinjaman terbaru INDY ini bertenor lima tahun dan akan jatuh tempo pada 30 Juni 2023. Pinjaman ini dijamin dengan Obligasi IV, Obligasi V, dan Obligasi VI yang terutang. Obligasi IV adalah surat utang senilai US$ 265 juta yang jatuh tempo pada tahun 2022. Obligasi V senilai US$ 500 juta yang jatuh tempo pada tahun 2023 dan Obligasi VI senilai US$ 575 juta yang jatuh tempo pada tahun 2024.




TERBARU

Close [X]
×