kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.088   5,00   0,03%
  • IDX 6.148   56,58   0,93%
  • KOMPAS100 806   9,69   1,22%
  • LQ45 615   8,17   1,35%
  • ISSI 212   1,88   0,89%
  • IDX30 346   4,71   1,38%
  • IDXHIDIV20 426   4,03   0,95%
  • IDX80 92   1,14   1,25%
  • IDXV30 116   0,74   0,64%
  • IDXQ30 111   1,46   1,34%

Indeks Dolar Makin Perkasa, Begini Prediksi Pergerakan Rupiah


Rabu, 07 September 2022 / 21:23 WIB
ILUSTRASI. Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali melejit di antara mata uang utama dunia.


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali melejit di antara mata uang utama dunia. Menurut data Bloomberg, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,35% ke 110,60 pada Rabu (7/9). Ini adalah level tertinggi indeks dolar dalam 20 tahun terakhir.

Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya mengatakan, kenaikan suku bunga telah membuat minat beli pasar terhadap dolar AS meningkat. Apalagi, inflasi AS masih belum mereda.

"Penguatan dolar AS karena tingginya tingkat suku bunga acuan The Fed pada level 2,50%, serta isu akan kembali naiknya 0,75% pada pertemuan FOMC di bulan September ini," ujar Andian kepada Kontan.co.id, Rabu (7/9). 

Baca Juga: Melemah Hari Ini, Intip Proyeksi Pergerakan Rupiah Esok Kamis (8/9)

Dia memperkirakan, indeks dolar masih akan meningkat hingga tutup tahun. "Dalam waktu dekat indeks dolar akan berada di level 112,50. Sedangkan di akhir tahun akan bergerak di kisaran 120," tutur Andian. 

Indeks dolar berpotensi tertahan di tengah minat pasar terhadap euro. European Central Bank (ECB) dikabarkan akan mengerek suku bunga sebesar 0,75% pada Kamis (8/9). Tapi, potensi kenaikan suku bunga dengan besaran serupa di AS serta berlanjutnya perang di Eropa Timur membatasi penguatan nilai tukar euro.

Baca Juga: Cadangan Devisa Stagnan, Ekonom: Indikasi Terjadi Aliran Modal Masuk

Penguatan nilai tukar dolar AS ini turut menekan rupiah. Tapi, data ekonomi domestik yang masih stabil mampu menjadi menjaga rupiah sehingga tidak tumbang terlalu dalam. 

Menurut Andian level Rp 15.000 per dolar AS merupakan nilai psikologis bagi rupiah yang dijaga Bank Indonesia. Tapi, kurs rupiah cenderung sulit bertahan hingga kenaikan suku bunga terealisasi di akhir September. 

"Kenaikan suku bunga BI dapat membantu rupiah menguat terbatas," ujar dia. 

Andian mengatakan, rupiah dalam waktu dekat akan dijaga di level Rp 15.000 per dolar AS-Rp 15.500 per dolar AS. Kurs rupiah bisa berada di kisaran Rp 14.500 per dolar AS pada akhir tahun jika AS tidak melanjutkan kenaikan suku bunga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×