kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

IMPC Perkuat Ekosistem Industri Polimer, Gelontorkan Investasi Rp 250 Miliar


Senin, 10 Agustus 2026 / 17:20 WIB
IMPC Perkuat Ekosistem Industri Polimer, Gelontorkan Investasi Rp 250 Miliar
ILUSTRASI. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) (Dok/IMPC)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) memperkuat ekosistem industri polimer melalui pengembangan Impack Polymer Science Institute (IPSI), yang dibangun dengan investasi sekitar Rp 250 miliar.

Investasi tersebut diarahkan untuk membangun pusat pembelajaran polimer berstandar internasional, sekaligus memperkuat ketersediaan sumber daya manusia terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri polimer Indonesia. 

Dalam pengembangan IPSI, IMPC menggandeng SKZ–German Plastics Center, lembaga teknologi polimer asal Jerman yang memiliki pengalaman lebih dari 60 tahun dalam pengujian, sertifikasi, serta pendidikan berbasis industri. 

Kolaborasi tersebut mulai direalisasikan melalui program Training of Trainers (ToT) yang berlangsung pada 27–31 Juli 2026, dengan menghadirkan tenaga ahli SKZ untuk memberikan pelatihan kepada instruktur IPSI. 

Baca Juga: Laba Melesat 51% di Semester I-2026, Impack Pratama (IMPC) Kerek Target Laba Bersih

Sebelumnya, para instruktur IPSI telah mengikuti pelatihan daring selama 12 hari pada Mei hingga Juni 2026. Program tersebut mencakup pengetahuan teknis, metodologi pengajaran, dan praktik terbaik bertaraf internasional. 

Direktur Utama IMPC, Haryanto Tjiptodihardjo mengatakan, pengembangan IPSI menjadi bagian dari investasi jangka panjang IMPC untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung kebutuhan industri polimer.

"Melalui kolaborasi dengan SKZ, kami berupaya menghadirkan pelatihan berstandar internasional untuk mendukung upaya pemerintah mengurangi pengangguran sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan dan pendapatan bagi masyarakat," ujar Haryanto dalam keterangan resmi, Senin (10/8/2026). 

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih IMPC Kompak Tumbuh Double Digit di Kuartal I-2026

Ke depan, IPSI akan menawarkan tiga program pelatihan yang mencakup dasar ilmu polimer dan manufaktur, pelatihan operator produksi, serta pelatihan operator pemeliharaan mesin industri polimer. 

Program tersebut menyasar berbagai latar belakang peserta, mulai dari lulusan SMA dan SMK hingga operator baru serta tenaga kerja yang ingin meningkatkan kompetensi manufaktur dan pemeliharaan industri. 

Haryanto berharap keberadaan IPSI dapat memperkuat keterhubungan antara kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja melalui pembelajaran praktis dan pendidikan yang dirancang sesuai kebutuhan sektor polimer. 

Baca Juga: IMPC Lampaui Target 2025, Bidik Pendapatan Rp 5,1 Triliun di 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×