kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IHSG Turun Tipis 0,14% Dalam Sepekan, Simak Proyeksi Pekan Depan


Jumat, 22 April 2022 / 17:37 WIB
IHSG Turun Tipis 0,14% Dalam Sepekan, Simak Proyeksi Pekan Depan
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terkoreksi 0,14%.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terkoreksi 0,14%. Namun, dalam sepekan investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 5,37 triliun di semua pasar.

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius menilai, faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG pekan ini diantaranya sikap Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang sedang mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga secara agresif sebesar 50 basis points (bps).

Rencana ini akan didiskusikan pada pertemuan bulan Mei 2022 untuk menekan laju inflasi yang tinggi di Amerika Serikat. Selain itu, bursa juga dipengaruhi sentimen keputusan lockdown atas maraknya kasus Covid- 19 di China.

Baca Juga: IHSG Turun Tipis 0,14% Dalam Sepekan, Ini Penyebabnya

Joshua memperkirakan, IHSG pada pekan depan akan bergerak di rentang support 7.090 dan resistance 7.355. “Pergerakan pekan depan mungkin masih dipengaruhi oleh sentimen pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Sentral AS dan harga komoditas,” terang Joshua, Jumat (22/4).

Sementara analis Erdikha Elit Sekuritas Ivan Kasulthan memperkirakan, IHSG pada perdagangan pekan depan bakal bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Perkiraan rentang pergerakan support sepekan di level 7.100-7.300.

Baca Juga: Hampir Seluruh Emiten LQ45 Sudah Laporkan Kinerja, Mana Sektor yang Paling Moncer?

Sentimen pasar pada perdagangan pekan depan relatif minim. Dari pasar global, investor fokus kepada rilis pertumbuhan gross domestic product (GDP) kuartal pertama yang diperkirakan akan melemah cukup signifikan ke level 1,1% dimana sebelumnya berada di level 6,9% secara kuartalan.

Selain itu, investor global juga mencermati sentimen mengenai rilis purchasing managers index (PMI) manufacturing China yang diperkirakan akan kembali terjadi kontraksi kembali. “Sedangkan dari Indonesia, investor kemungkinan akan melanjutkan aksi profit taking melanjutkan profit taking pada pekan lalu,” tutup Ivan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×